Medan — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke-436 pada 1 Juli 2026 menjadi momentum refleksi dan evaluasi bersama untuk mendukung kemajuan Kota Medan dalam mewujudkan motto “Medan untuk Semua”.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Advokat Negarawan Indonesia (DPP AdNI), Eka Putra Zakran, SH MH, pada Rabu (1/7/2026) saat kembali dari lawatan internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurut Eka Putra Zakran atau yang akrab disapa Epza, peringatan HUT Kota Medan ke-436 tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni, tetapi menjadi momentum yang lebih berdampak bagi masyarakat melalui proses evaluasi, refleksi, relaksasi, dan restorasi.
“Saya menyebut spirit ini sebagai spirit RBAM, yaitu mewujudkan Kota Medan yang religius, bersih, aman, dan modern,” ujar Epza yang juga merupakan Wakil Ketua PDM Kota Medan bidang Hukum, HAM, LHKP dan LBH-AP.
Epza juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang dinilainya telah melakukan sejumlah perbaikan dan terobosan, khususnya dalam rehabilitasi serta restorasi wajah Kota Medan.
“Selain melakukan refleksi dan evaluasi, harus diakui bahwa Rico Waas sebagai Wali Kota Medan telah melakukan sejumlah perbaikan dan terobosan, terutama dalam merawat wajah Kota Medan agar lebih rapi dan indah dipandang mata,” katanya.
Ia menilai perubahan wajah kota mulai terlihat dibandingkan sebelumnya, mulai dari kebersihan, penataan ruang publik, hingga upaya mengatasi berbagai persoalan perkotaan.
“Dulu wajah Kota Medan masih terlihat semrawut, sampah berserakan, pasar tradisional berada di badan jalan, banyak parkir liar, serta persoalan keamanan seperti begal dan lainnya. Sekarang rehabilitasi dan restorasi tampaknya terus dilakukan oleh Wali Kota Medan. Secara objektif tentu harus diapresiasi,” ujar Epza yang juga kandidat doktor Program Pascasarjana Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan.
Meski demikian, Epza mengingatkan agar pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi mewujudkan Medan yang lebih baik.
“Motto Medan untuk Semua memiliki makna bahwa keberhasilan dan kemajuan Kota Medan harus didukung secara bersama-sama, dijaga bersama, dipupuk dan dirawat bersama, lalu dinikmati bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, di usia Kota Medan yang telah lebih dari tiga setengah abad, penguatan sinergi dan kolaborasi antarsemua pihak menjadi kunci utama.
“Intinya, di usia Kota Medan yang ke-436 ini, sinergi dan kolaborasi harus semakin diperkuat,” tandas Epza. (r/isl)
