Medan

PRM Medan Tenggara Resmi Berdiri, Eka Putra Zakran Ucapkan Selamat

Sergai – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Medan Tenggara resmi berdiri. Hal itu ditandai dengan pengukuhan pengurus serta pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Medan Denai, Ebit Prayogo Raditio, di Pondok Permai, Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (21/6/2026).

Kegiatan pengukuhan PRM Medan Tenggara tersebut dirangkai dengan Wisata Dakwah bersama 65 anggota dan simpatisan Muhammadiyah, menghadirkan penceramah Al-Ustadz Dr. (C) Eka Putra Zakran, SH., MH, selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan.

Ketua PRM Medan Tenggara, Mulyadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran PCM Medan Denai yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada Ketua PCM dan jajaran yang telah berkenan hadir dalam acara wisata dakwah dan pengukuhan ini. Terkhusus kepada Ustadz Eka Putra Zakran selaku Wakil Ketua PDM Kota Medan, kami sangat berterima kasih,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, pengukuhan sengaja dilaksanakan di kawasan wisata Pondok Permai agar menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota dan pimpinan.

“Pengukuhan sengaja kita buat di Pondok Permai ini dalam rangka refreshing dan memperkuat tali silaturahim antar sesama anggota dan pimpinan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCM Medan Denai, Harun Al-Rasyid, menyampaikan selamat kepada PRM Medan Tenggara yang telah dikukuhkan untuk sisa masa jabatan periode 2022–2027.

“Memang idealnya satu periode kepemimpinan Muhammadiyah itu lima tahun. Namun karena secara struktural kita mengikuti aturan pusat, maka periode PRM Medan Tenggara tetap 2022–2027,” jelas Harun.

Dalam tausiyahnya, Eka Putra Zakran mengawali dengan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan, refreshing, dan wisata dakwah tersebut.

“Secara pribadi maupun lembaga PDM, tentu saya mengapresiasi lahirnya PRM Medan Tenggara. Saya kagum dengan tema acara ini, Indonesia Hebat, Medan Tenggara Berkemajuan,” ujarnya.

Menurut Eka, perkembangan Muhammadiyah menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas secara kelembagaan. Ia mengajak seluruh kader untuk menjalankan aktivitas Muhammadiyah dengan semangat kebersamaan.

“Bermuhammadiyah itu bergembira, asik, dan menarik. Gerakannya amar makruf nahi mungkar, dengan tujuan utama mengantarkan umat Islam menuju pintu gerbang surga Jannatun Naim,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar aktivitas organisasi tetap dijalankan dengan suasana damai dan penuh persaudaraan.

“Bermuhammadiyah jangan gaduh-gaduh, jangan gontok-gontokan, karena nanti bisa menghapus pahala ibadah mahdhah,” pesan Eka.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa EPZA itu menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua, yakni ibadah ammah (umum) dan ibadah khossoh atau ibadah mahdhah (khusus).

“Ibadah mahdhah seperti salat, puasa, zakat, dan haji sudah diatur tata caranya, tidak boleh ditambah atau dikurangi. Sedangkan ibadah ammah adalah aktivitas sosial dan umum. Mulai dari makan, tidur, bergaul, hingga aktivitas organisasi, apabila diniatkan karena Allah maka bernilai pahala,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti refreshing, wisata dakwah, dan aktivitas organisasi juga dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik.

“Artinya selain penting menjaga hubungan kepada Allah (hablumminallah), hubungan kepada sesama manusia (hablumminannas) juga penting. Keduanya harus seimbang, istilahnya check and balance. Makanya saya di Kota Medan ini dikenal juga sebagai UDA alias Ustad Dunia Akhirat,” pungkas EPZA. (r/isl)