Soal Pedagang Pasar Lalang Dipalak Oknum Lurah, Pembina RANZ Minta Wali Kota Medan Turun Tangan

Medan49 Dilihat

MEDAN – Keresahan ratusan pedagang Pasar Lalang mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk dari pendukung Walikota dan Wakil Walikota Medan: RANZ (Relawan Rico-Zaki).

Muhri Fauzi Hafiz selaku Pembina RANZ menyatakan keprihatinan terhadap apa yang dialami ratusan pedagang tersebut.

“Kondisi ini harus menjadi perhatia Walikota Medan, Bapak Rick Waas beserta jajaran. Keresahan para pedagang sudah memuncak. Mereka dikutip retribusi tanpa ada aturan yang jelas,” ungkap Muhri.

BACA JUGA :  Sukses Gelar Rakernas APEKSI XVIII 2026, Ketua CREAM Kota Medan Apresiasi Kinerja Rico Waas

Ia juga mengaku heran, para pedagang tersebut dikutip retribusi dengan karcis yang di dalamnya ada nama Bhabinkamtibmas Polsek Sunggal.

“Ini merupakan masalah serius yang sangat membutuhkan perhatian Pak Wali. Mudah-mudah Pak Wali bisa tanggap terkait permasalahan ini dengan memanggil camat, lurah, bahkan sampai kepling. Kami akan mengawal permasalahan ini, agar ratusan pedagang dapat nyaman berjualan,” tutup Muhri.

BACA JUGA :  Pimpin Apel Usai Libur Panjang, Rico Waas: Jangan Ada Lagi Pungli!

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratusan pedagang di Pasar Lalang yang terletak di Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, mengaku resah dengan banyaknya kutipan retribusi setiap harinya. Tak tanggung-tanggung, setiap harinya mereka harus menyediakan uang Rp20 ribu ke berbagai oknum yang melakukan pengutipan.

Ironisnya, retribusi yang diwajibkan kepada para pedagang melibatkan oknum lurah dan camat, bahkan oknum anggota Polsek Sunggal (tertera di karcis retribusi).

BACA JUGA :  Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Wali Kota Medan Rico Waas Instruksikan Optimalisasi PAD dan Digitalisasi Pajak

“Kami pedagang di sini sudah sangat resah. Retribusi yang harus kami bayarkan sangat memberatkan kami. Dalam sehari kutipan yang harus kami bayarkan sampai Rp20 ribu,” keluh salah seorang pedagang ikan yang minta namanya tidak dicantumkan.(bj)