JAKARTA – Pengadaan barang oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menuai sorotan publik. Lembaga tersebut tercatat mengalokasikan anggaran hingga Rp1,57 miliar untuk pembelian sikat dan semir sepatu menggunakan dana tahun 2025.
Data tersebut terungkap dari situs Inaproc yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dalam dokumen yang dipublikasikan, terdapat sedikitnya 12 paket kontrak pengadaan sikat dan semir sepatu.
Nilai kontraknya bervariasi, mulai dari Rp17,43 juta hingga Rp610,2 juta untuk paket bernama “Semir”. Sementara itu, paket terbesar untuk pengadaan sikat semir mencapai Rp158,62 juta. Kedua paket terbesar tersebut tercatat diberikan kepada PT Gajah Mitra Paragon melalui mekanisme katalog elektronik.
Dalam katalog perusahaan tersebut, harga semir sepatu bermerek Kiwi berkisar Rp54.999 hingga Rp56.000 per unit, sedangkan sikat semir dibanderol sekitar Rp50.000 per unit. Harga ini dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan harga di pasaran umum, di mana satu paket semir dan sikat dengan merek serupa bisa diperoleh sekitar Rp18.999 di platform belanja online.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, belum memberikan tanggapan terbaru terkait polemik tersebut. Namun sebelumnya ia menyatakan bahwa setiap pengadaan barang dan jasa telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran telah melalui proses perencanaan, penganggaran, dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, publik terus mempertanyakan relevansi sejumlah pengadaan BGN yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan upaya peningkatan gizi dan penanganan stunting. Selain pengadaan sikat dan semir sepatu, BGN juga tercatat mengalokasikan anggaran besar untuk berbagai proyek lain, seperti pembelian lebih dari 25 ribu unit sepeda motor senilai Rp1,2 triliun, pengadaan kaus kaki Rp6,9 miliar, perangkat keras dan komputer Rp830 miliar, serta jasa event organizer Rp113,9 miliar. (bc)
