MEDAN – Dewan Pengurus Pusat Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI) menyoroti kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait penindakan dan pemblokiran ratusan konten media sosial serta pemberitaan.
Ketua Harian DPP HARI, HM Nezar Djoeli, menilai tindakan men-take down 486 berita terkait aksi demonstrasi di Jakarta baru-baru ini sangat mencederai perasaan masyarakat.
“Ya ini sebenarnya ya yang harus dipertanyakan adalah ketika Kementerian Komdigi bekerja untuk men-drop 486 berita terkait dengan aksi demo yang kemarin dilaksanakan di Jakarta, dengan getul memberitakannya ke tengah-tengah masyarakat yang merupakan itu adalah pengakuan sendiri dari seorang menteri Komdigi dalam mewawancara di beberapa media yang kita lihat di Medsos, ini merupakan mencederai hati rakyat,” ucap Nezar Djoeli, Jumat (30/10/2026).
Nezar mempertanyakan prioritas penanganan konten oleh Kementerian Komdigi. Menurutnya, pemblokiran cepat justru dilakukan terhadap pemberitaan aksi demonstrasi masyarakat, bukan pada situs judi online yang jelas merusak masa depan bangsa.
“Untuk itu kami minta kepada Bu Menteri Komdigi untuk mengevaluasi jajarannya yang memang terlibat dalam kasus-kasus judi online ini, ataupun blokir-blokir daripada situs-situs yang menyesatkan masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengakui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menurunkan atau melakukan takedown terhadap 486 konten media sosial yang berkaitan dengan aksi unjuk rasa pada Agustus 2026.
Pengakuan itu disampaikan Meutya saat mengunjungi Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung perlunya pertanggungjawaban pengelola platform digital atas konten yang mereka hapus secara mandiri.
Kunjungan Meutya ke Mabes Polri menjadi perhatian karena berlangsung ketika penanganan konten digital terkait demonstrasi Agustus masih dalam sorotan publik. Namun, tujuan kunjungan tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam informasi yang tersedia. (bj/isl)
