Gangguan Listrik PLN Disorot Mualem: Sering Mati Lampu Ganggu Investasi dan Barang Elektronik Rusak

Nasional192 Dilihat

ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyoroti kasus pemadaman listrik berkepanjangan yang kerap terjadi di Aceh.

Ia menyebut, penyaluran listrik yang kerap bermasalah itu bakal berdampak pada sektor investasi di Aceh.

Untuk itu, Mualem meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar serius melayani kebutuhan masyarakat, karena pada dasarnya kondisi listrik Aceh mengalami surplus hingga 399 megawatt.

“Pastilah, mengganggu investasi. Merusak barang elektronik di rumah, itu menjadi suatu beban juga,” kata Mualem, usai melantik Ketua dan Anggota Badan Baitul Mal Aceh (BMA) periode 2025–2030 di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Senin (17/11/2025) malam.

Kendati demikian, Mualem mengimbau masyarakat Aceh agar dapat memaklumi saat kondisi listrik di Aceh mengalami gangguan.

“Biasalah itu, trafo kita belum otomatis. Kita harus maklum dan juga PLN harus betul-betul serius melayani masyarakat. Karena kita lihat listrik kita surplus,” ungkapnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kondisi listrik di Aceh mengalami gangguan serius, hingga menyebabkan pemadaman berkepanjangan (blackout) di sebagian besar wilayah Aceh.

BACA JUGA :  Papera Apresiasi dan Dukung Penuh Hasil KLB Gerindra, Siap Kawal Keputusan Partai dan Program Pemerintahan Prabowo

Gangguan pertama terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 2025, di mana listrik di Aceh padam lebih dari 48 jam.

Kemudian, pemadaman kembali terulang selama dua hari, pada Sabtu-Minggu (15-16 November 2025).

PLN Kerahkan 821 Petugas

Sebanyak 821 petugas PLN dikerahkan untuk berjibaku di lapangan, bekerja tanpa henti guna mempercepat penanganan dan penormalan pasokan listrik di Aceh.

PLN UID Aceh mencatat, hingga Minggu (16/11/2025), lebih dari 65 persen sistem kelistrikan sudah berhasil dipulihkan setelah gangguan sistem meluas yang terjadi pada Sabtu (15/11/2025) pukul 17.02 WIB.

Gangguan itu berdampak pada sejumlah wilayah, mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Selatan.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan tim teknis langsung bergerak cepat sesaat setelah gangguan terjadi. Upaya penormalan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan daerah terdampak luas.

“PLN langsung bergerak cepat melakukan penormalan secara bertahap dengan melakukan manajemen beban.

BACA JUGA :  Tak Pandang Bulu, Jaksa Agung Komit Tindak Tegas Pemain Proyek di Kementan

Saat ini, proses pemulihan sudah mencapai lebih dari 65 persen,” jelas Lukman.

Ia menambahkan, fokus utama selanjutnya adalah pemulihan di sisa wilayah yang masih padam.

PLN juga memastikan seluruh sumber daya teknis dan logistik dikerahkan maksimal agar listrik bisa segera normal sepenuhnya.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN berkomitmen penuh menjaga keandalan pasokan listrik bagi Masyarakat.

Kami juga memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proses pemulihan dapat berjalan lancar dan situasi segera kembali membaik.,” tegas Lukman.

PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123 apabila membutuhkan informasi maupun menyampaikan laporan terkait kelistrikan.

Listrik Aceh Pulih 100 Persen

Setelah sempat terganggu selama kurang lebih 20 jam sejak Sabtu (15/11/2025) sore, PT PLN (Persero) berhasil memulihkan kembali 100 persen sistem kelistrikan Aceh.

Pemulihan total ini diumumkan pada Minggu (16/11/2025) pukul 11.21 WIB, memastikan seluruh pelanggan di wilayah terdampak kembali menikmati pasokan listrik secara normal.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 3 Saksi Perkara Impor Gula

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa kecepatan pemulihan ini tidak lepas dari kerja keras personel di lapangan.

Sebanyak 821 personel gabungan lintas unit PLN di seluruh Aceh dikerahkan untuk merespons gangguan dan bekerja tanpa henti.

“Hingga saat ini, seluruh sistem kelistrikan di Aceh telah berhasil pulih sepenuhnya.

Personel kami tetap bersiaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya prioritas pada sektor vital seperti rumah sakit, fasilitas pemerintahan, pusat komunikasi, hingga pusat-pusat pelayanan publik,” ujar Eddi Saputra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/11/2025).

Eddi menambahkan, PLN berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh.

Tujuannya adalah memperkuat keandalan sistem kelistrikan agar masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal sebagaimana biasanya, tanpa gangguan yang berulang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan, sekaligus apresiasi atas kesabaran dan pengertian seluruh masyarakat Aceh selama proses pemulihan berlangsung,” pungkasnya.(bc)