PB KAMI Serukan Tobat Nasional, Minta MUI Gelar Salat Istisqa di Tengah Ancaman Karhutla

Nasional, News20 Dilihat

JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI), Sultoni, menyerukan gerakan tobat nasional menyikapi berbagai bencana yang melanda Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Menurut Sultoni, berbagai bencana tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana melalui langkah konkret yang diiringi pendekatan religius.

“Kita ketahui bersama, Indonesia dalam kondisi darurat korupsi. Bahkan, anggaran untuk kemanusiaan dan penanganan bencana saja tega dikorupsi. Kemudian, banyak peredaran narkoba hingga perilaku menyimpang LGBT yang terang benderang di ruang publik,” kata Sultoni, Sabtu (17/10/2026).

Ia meminta Presiden RI Prabowo Subianto mengerahkan ikhtiar secara maksimal untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa, baik melalui kebijakan pemerintah, koordinasi lintas sektor, maupun langkah strategis dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 12 Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

“Pemerintah harus mengerahkan ikhtiar maksimal untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi. Namun, di samping upaya nyata melalui kebijakan dan tindakan di lapangan, pendekatan religius juga tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

Sultoni menegaskan, ikhtiar lahiriah dan batiniah harus berjalan beriringan. Penanganan bencana perlu dilakukan secara serius melalui langkah teknis dan kebijakan yang tepat. Pada saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak memperkuat doa, introspeksi diri, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Secara khusus, Sultoni meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pelaksanaan salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, terutama di tengah kondisi kekeringan dan ancaman karhutla di sejumlah daerah.

BACA JUGA :  Kapolrestabes Medan Pimpin Rapat Evaluasi

Menurutnya, salat Istisqa dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan umat Islam dalam berdoa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan mencegah kerusakan lingkungan.

Selain itu, ia mengajak para ulama dan tokoh agama di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menyerukan tobat nasuha. Seruan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa agar melakukan muhasabah, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami mengajak para ulama untuk bersama-sama menyerukan tobat nasuha. Mari kita bermuhasabah dan memohon ampun kepada Allah agar bangsa Indonesia dijauhkan dari segala bencana dan mara bahaya,” tegasnya.

Sultoni menambahkan, gerakan tobat nasional tidak semestinya berhenti pada seruan dan doa semata. Gerakan tersebut juga harus mendorong tumbuhnya tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana.

BACA JUGA :  Kapoldasu Cek Kesiapan Brigade Mobil Power Hand, Dalam Rangka Pemilu 2024

Ia berharap sinergi antara pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas dapat memperkuat upaya menghadapi berbagai ancaman bencana di Indonesia.

Sultoni juga menilai perilaku manusia perlu menjadi bahan introspeksi dalam menyikapi berbagai musibah yang terjadi. Karena itu, ia mengingatkan seluruh elemen bangsa agar menghindari tindakan tidak terpuji, termasuk perilaku yang berpotensi memicu kerusakan alam.

“Melalui seruan ini, PB KAMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan ikhtiar, doa, dan kepedulian sosial agar Indonesia senantiasa mendapat perlindungan serta mampu menghadapi berbagai tantangan kebencanaan,” pungkasnya. (bc/isl)