Prabowo Bahas Transformasi GBK, Hilirisasi EV, dan Ketahanan Energi

Nasional, Politik142 Dilihat

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan ekonomi nasional, pengembangan pariwisata, hilirisasi industri, serta ketahanan energi.

Tiga poin utama yang dibahas:

1. GBK Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Baru

Pemerintah akan melakukan penataan besar kawasan Gelora Bung Karno seluas sekitar 200 hektare. Revitalisasi mencakup kawasan mulai dari Hotel Sultan hingga area lapangan golf.

BACA JUGA :  Masyumi Desak Usut Dugaan Pemaksaan Lepas Jilbab di Unhan, Minta Asma Wafa Andina Diterima Kembali

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat sport tourism dengan standar kelas dunia serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

2. Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Segera Diresmikan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dan PT Aneka Tambang Tbk telah rampung.

BACA JUGA :  Polda Metro Jaya Kerahkan 13.316 Personel Kawal Aksi Buruh di DPR RI

Ekosistem tersebut direncanakan akan diresmikan pada akhir Juli mendatang sebagai bagian dari percepatan hilirisasi industri kendaraan listrik nasional.

3. Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Presiden Prabowo menginstruksikan agar pasokan listrik masyarakat tetap stabil dan berjalan optimal.

Pemerintah telah mengambil langkah penguatan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) serta membentuk tim pengadaan batu bara gabungan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.

BACA JUGA :  Wagub Sumut Apresiasi Persetujuan Ranperda Perubahan Status PD AIJ Menjadi PT AIJ

Saat ini, cadangan energi nasional disebut berada dalam kondisi aman dengan stok di atas 20 hari.

Melalui pembangunan infrastruktur strategis, hilirisasi industri, dan penguatan energi, pemerintah mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. (bc)