Nasional

Puluhan Ilmuwan dan Intelektual Nyatakan Dukungan terhadap Gerakan Mahasiswa

Jakarta — Solidaritas terhadap perjuangan mahasiswa menguat setelah puluhan ilmuwan, akademisi, dan intelektual menyatakan dukungan terhadap gerakan mahasiswa di tanah air.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran atas meningkatnya tekanan, penggembosan, serta dugaan upaya pembungkaman terhadap suara kritis aktivis mahasiswa belakangan ini.

Melalui pernyataan bersama yang disampaikan pada Sabtu (27/6/2026), para akademisi menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang wajib dijaga bersama.

“Kami mengecam keras segala bentuk penggembosan dan intimidasi terhadap mahasiswa. Kebebasan berekspresi dan berorganisasi adalah hak asasi yang dilindungi konstitusi,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Para intelektual menilai bahwa peran mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga demokrasi, mengawal keadilan, serta menyuarakan kepentingan masyarakat yang kerap terabaikan.

Mereka juga mendesak pemerintah dan pimpinan perguruan tinggi agar menghentikan segala bentuk tindakan represif yang dapat menghambat partisipasi publik.

“Peran intelektual tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga hadir di ruang publik. Sebagai kaum terdidik, kami memiliki tanggung jawab moral untuk membela kebenaran dan keadilan,” lanjut pernyataan itu.

Dalam sikap tersebut, para penandatangan menyatakan dukungan penuh kepada gerakan mahasiswa dan berkomitmen untuk terus bersolidaritas dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan sosial.

Sebanyak 64 tokoh yang terdiri dari dosen, peneliti, dan aktivis kemanusiaan tercatat ikut menandatangani pernyataan tersebut.

Sejumlah nama seperti Usman Hamid, Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Saiful Mujani disebut turut memberikan dukungan.

Sementara itu, Sulistyowati Irianto dan Manneke Budiman ditunjuk sebagai penanggung jawab koordinasi pernyataan sikap tersebut untuk memastikan dukungan terhadap mahasiswa terus meluas. (bc/isl)