Usai Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, Menkeu Purbaya Mulai Bicara Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi

Nasional83 Dilihat

MEDAN – Polemik tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) terus bergulir di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah antara AS-Israel versus Iran.

Setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tentang stok BBM Indonesia hanya cukup untuk 20 hari ke depan, kini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai bicara tentang opsi kenaikan harga BBM subsidi.

Diketahui, pernyataan Bahlil tentang stok BBM cuma cukup 20 hari menimbulkan kepanikan masyarakat di sejumlah daerah, seperti Aceh dan Sumatra Utara (Sumut).

Antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU. Sejumlah SPBU juga mengalami kekosongan BBM subsidi karena terjadi panic buying di masyarakat.

Di tengah fenomena saat ini, pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi jika lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut dan mulai membebani APBN.

Kenaikan harga energi global dinilai berpotensi memperlebar defisit fiskal apabila tidak diimbangi langkah penyesuaian kebijakan.

BACA JUGA :  Jampidum dan Ditjen PP Kemenkumham Berkolaborasi Launching Blue Print dan Melaksanakan Dialog Publik

Sudah Simulasi Kenaikan Harga Minyak Dunia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia.

Dalam perhitungan tersebut, jika harga minyak rata-rata mencapai sekitar 92 dollar AS per barel, defisit anggaran berpotensi meningkat signifikan.

“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam Buka Bersama wartawan di Kementerian Keuangan pada Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah opsi untuk menahan pelebaran defisit agar tetap berada di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penyesuaian belanja negara.

BACA JUGA :  Kemenag Targetkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran 2026

Namun, jika tekanan terhadap APBN semakin besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang,” kata Purbaya.

Selain opsi penyesuaian harga BBM, pemerintah juga menyiapkan langkah realokasi belanja negara.

Program yang dinilai tidak mendesak berpotensi ditunda atau digeser ke tahun berikutnya guna menjaga kesehatan fiskal. Purbaya menegaskan pemerintah akan memprioritaskan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara pengeluaran yang tidak terlalu mendukung kebutuhan utama dapat ditunda, seperti pengadaan barang atau proyek tertentu.

Lonjakan harga minyak global sendiri dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Salah satunya akibat penghentian operasional kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco setelah serangan drone di tengah eskalasi konflik Israel–Iran.

BACA JUGA :  Pendukung Bentrok di Debat Cagubsu, Nezar Djoeli: Ini Pesta Demokrasi, Harusnya Riang Gembira

Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sementara itu, harga minyak dunia kini melonjak ke level tertinggi setelah pemerintah Qatar memperingatkan bahwa produksi minyak dan gas di kawasan Teluk berpotensi berhenti dalam beberapa hari ke depan jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/3/2026), harga minyak Brent ditutup pada 93,34 dollar AS per barel, melonjak 9,3 persen.

Kenaikan sebesar itu merupakan yang tertinggi sejak 15 Mei 2020 atau lima tahun lebih.

Kenaikan harga minyak dunia sedikit lebih tinggi dari simulasi yang dilakukan pemerintah Indonesia di mana skenario harga berada di angka 92 dollar AS per barel.(bc)