Warga Grobogan Ubah Sampah Jadi Solar, Klaim Kualitas Lebih Baik dari Produk Pertamina

Nasional53 Dilihat

GROBOGAN – Inovasi yang luar biasa telah muncul dari Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuwariron Jaya.

Di bawah kepemimpinan Drs Ali Sadzali, BUMDes ini berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (solar) berkualitas tinggi, bahkan diklaim melebihi kualitas solar komersial yang dijual oleh Pertamina.

Inovasi Pengolahan Sampah

BUMDes Kuwariron Jaya memanfaatkan teknologi yang dipinjam dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah untuk mengolah sampah non-organik, terutama plastik rumah tangga, menjadi solar.

BACA JUGA :  Presiden Mulai Berkantor di IKN, Jokowi Tak Bisa Nyenyak Tidur  

Proses ini melibatkan teknik pirolisis, yang memungkinkan pengolahan berbagai jenis plastik, termasuk plastik kresek dan bungkus makanan, yang sulit terurai di tanah.

Ali Sadzali menjelaskan, dari proses ini, mereka dapat menghasilkan tiga jenis bahan bakar, yaitu bensin, minyak tanah, dan solar, meskipun sebagian besar hasil akhirnya adalah solar dengan kualitas yang lebih baik.

Kualitas dan Penggunaan Solar

Kualitas solar yang dihasilkan oleh BUMDes ini telah diuji oleh BRIN dan terbukti lebih tinggi dari solar komersial.

BACA JUGA :  Sinergi TNI dan Rakyat, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Bersihkan Lingkungan di Distrik Kurima

Ali menyatakan, solar hasil olahan mereka tidak hanya lebih irit, tetapi juga menghasilkan asap yang lebih bersih, sehingga lebih ramah lingkungan.

Saat ini, produksi solar mencapai 30 hingga 75 liter per hari, yang digunakan oleh warga desa untuk keperluan pertanian dan lainnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang signifikan.

BUMDes Kuwariron Jaya kini memiliki lima unit usaha, dengan pengelolaan sampah sebagai yang paling berkembang. Omzet tahunan dari unit ini berkisar antara puluhan juta hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA :  Jaksa Agung Terima Kunjungan Menteri Koperasi Dalam Rangka Pengawalan Program 80.000 Koperasi Merah Putih

Selain itu, keberhasilan ini telah membuat BUMDes mendapatkan predikat maju selama empat tahun berturut-turut, menunjukkan dampak positif dari pengelolaan sampah yang terpadu4.

Inisiatif BUMDes Kuwariron Jaya di Desa Kuwaron merupakan contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah yang inovatif dapat mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi. Dengan dukungan teknologi dan kepemimpinan yang visioner, mereka tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.(bc)