Categories: News

Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Aktor dan komedian senior Diding Boneng meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) pagi dalam usia 76 tahun.

Kabar wafatnya Diding Boneng dikonfirmasi oleh putranya, Wira. Melalui pesan singkat kepada wartawan, Wira membenarkan kabar duka tersebut.

“Iya bokap meninggal,” ujar Wira, Senin.

Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat, usai salat Asar.

“Iya pemakaman Menteng Pulo, habis Ashar,” tambahnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya Diding Boneng belum diumumkan. Namun sebelumnya, komedian senior tersebut sempat menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Tangerang setelah penyakit asma yang dideritanya kambuh. Kondisi kesehatannya kala itu disampaikan oleh adik bungsunya, Zaenal Wahyudin atau Bambang.

Jejak Panjang di Dunia Hiburan

Pemilik nama asli Zainal Abidin, yang juga dikenal sebagai Diding Zetta, lahir di Jakarta pada 3 Maret 1950. Ia mengawali karier di dunia seni sejak 1973 melalui panggung teater sebelum kemudian dikenal luas sebagai aktor film dan televisi.

Ciri khas gigi tonggos yang dimilikinya justru menjadi identitas kuat yang membuatnya mudah dikenali dan sering dipercaya memerankan tokoh-tokoh pendukung yang membekas di hati penonton.

Nama “Boneng” melekat sejak ia memerankan tokoh penjahat bernama Boneng dalam serial televisi legendaris Rumah Masa Depan yang tayang pada 1983–1986. Sejak saat itu, nama tersebut menjadi identitas yang terus dikenal publik sepanjang perjalanan kariernya.

Popularitas Diding Boneng semakin melambung ketika tampil dalam sejumlah film komedi bersama grup lawak legendaris Warkop DKI. Beberapa film yang turut mengangkat namanya antara lain Godain Kita Dong (1989), Lupa Aturan Main (1990), Bebas Aturan Main (1991), Bagi-Bagi Dong (1993), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).

Meski telah memasuki usia senja, produktivitasnya di dunia perfilman tetap terjaga. Ia tampil dalam film KKN di Desa Penari serta kembali berakting dalam Badarawuhi di Desa Penari, yang menjadi karya layar lebar terakhirnya sebelum memutuskan berhenti menerima tawaran bermain film karena kondisi kesehatan yang dipengaruhi penyakit asma.

Tetap Mengabdi untuk Dunia Seni

Walau tak lagi aktif di layar lebar, kecintaan Diding Boneng terhadap dunia seni tidak pernah pudar. Ayah dari lima anak itu tetap mengabdikan dirinya sebagai pengajar akting di berbagai institusi pendidikan serta membimbing para generasi muda di Sanggar Perkasa dan sebuah sanggar di kawasan Tambun, Bekasi.

Dedikasi panjangnya dalam dunia seni menjadikan Diding Boneng sebagai salah satu sosok yang memiliki kontribusi besar bagi industri hiburan Indonesia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sesama seniman, dan para penggemar, sekaligus mewariskan karya-karya yang akan terus dikenang lintas generasi. (r/isl)