News

BMKG: Potensi Hujan Lebat Bergeser ke Sumut dan Papua Pegunungan pada 5 Agustus

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini cuaca untuk 4–5 Agustus 2026. Meski jumlah provinsi berstatus Waspada tetap empat wilayah setiap harinya, terjadi pergeseran daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Pada Selasa, 4 Agustus 2026, BMKG menetapkan status Waspada di empat provinsi, yakni Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Utara, dan Papua. Sementara itu, tidak ada wilayah yang berstatus Siaga (potensi hujan lebat hingga sangat lebat) maupun Awas (potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem).

Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di delapan wilayah, yaitu Aceh, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Memasuki Rabu, 5 Agustus 2026, wilayah berstatus Waspada masih berjumlah empat provinsi. Namun, terdapat perubahan sebaran daerah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, yakni Aceh, Sumatera Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Dengan demikian, Sumatera Utara dan Papua Pegunungan masuk dalam daftar peringatan dini, menggantikan Jawa Barat dan Kalimantan Utara yang tidak lagi berstatus Waspada. BMKG juga memastikan tidak ada wilayah yang berstatus Siaga maupun Awas pada hari tersebut.

Untuk potensi angin kencang pada 5 Agustus, BMKG memprakirakan kondisi tersebut terjadi di Aceh, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Berbeda dengan sehari sebelumnya, Papua Barat tidak lagi masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

Pergeseran wilayah yang berpotensi diguyur hujan menunjukkan adanya perubahan pola cuaca dari kawasan Jawa Barat dan Kalimantan Utara menuju sebagian wilayah Sumatera dan Papua. Sementara itu, Aceh dan Papua menjadi dua provinsi yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat selama dua hari berturut-turut.

BMKG menjelaskan bahwa status Waspada mengindikasikan adanya potensi dampak hidrometeorologi seperti genangan air, luapan sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan banjir, longsor, dan angin kencang, diimbau meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi secara dini. (r/isl)