JAKARTA– Presiden RI Prabowo Subianto melakukan komunikasi langsung dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Rabu (11/3/2026). Dalam percakapan tersebut, Prabowo menyerukan agar Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan perang dengan Iran demi menjaga stabilitas kawasan.
Informasi mengenai komunikasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di platform X, @KSAMOFA. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa Mohammed bin Salman menerima telepon dari Presiden Republik Indonesia untuk membahas situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Kedua pemimpin membahas perkembangan terbaru eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas regional dan internasional. Dalam pembicaraan itu, Prabowo menegaskan pentingnya penghentian segera aktivitas militer karena berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan.
“Presiden Indonesia menegaskan pentingnya penghentian segera aktivitas militer di kawasan karena tindakan tersebut dapat mengganggu keamanan dan stabilitas wilayah,” tulis akun resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga menegaskan bahwa Indonesia terus berupaya memainkan peran konstruktif untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sugiono bahkan telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi guna menyampaikan kesiapan Indonesia memfasilitasi dialog damai.
“Kami bersedia memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa warga sipil yang tidak bersalah,” ujar Sugiono.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menahan diri dan segera melakukan langkah de-eskalasi. Menurutnya, penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa harus tetap dijunjung tinggi.
“Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional,” tegasnya.
Dalam upaya mendorong perdamaian, Prabowo bahkan menyatakan kesediaannya untuk melakukan kunjungan langsung ke Teheran. Rencana tersebut mendapat dukungan dari pemerintah Pakistan.
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyebut pimpinan Pakistan siap mendampingi Presiden Prabowo dalam misi perdamaian ke Teheran.
“Pimpinan Pakistan bersedia untuk bersama-sama mendampingi Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Ini langkah yang sangat baik dan menunjukkan gagasan Presiden Prabowo mendapat dukungan secara internasional,” ujar Jimly.
Sementara itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Paramadina Adhe Nuansa Wibisono menilai inisiatif Prabowo menjadi mediator dalam konflik tersebut merupakan langkah positif bagi diplomasi Indonesia.
Menurut Adhe, meskipun secara geografis Indonesia berada jauh dari kawasan Timur Tengah dan memiliki pengaruh terbatas dalam dinamika konflik, langkah diplomatik tersebut tetap penting untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
“Ini tetap menjadi bentuk kepedulian Indonesia untuk mencoba meningkatkan daya tawar diplomasi kita di kawasan Timur Tengah,” pungkasnya. (rm/isl)
