JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Ali Amran Tanjung menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kualitas umat Islam di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ali Amran usai menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia turut mendampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan kepada wartawan.
Menurut Ali Amran, Parmusi akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat pembangunan umat, khususnya melalui sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami di Parmusi siap terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas umat Islam, terutama melalui penguatan pendidikan dan ekonomi,” ujar Ali Amran.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap komitmen Presiden RI Prabowo Subianto yang dalam sambutannya menegaskan tekad untuk memberantas korupsi, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ali Amran mengungkapkan, suasana peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara berlangsung khidmat dan penuh haru, terutama ketika cendekiawan Muslim Quraish Shihab menyampaikan doa dan pesan kepada Presiden.
Menurutnya, doa tersebut sangat menyentuh hati para hadirin karena mengingatkan bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari Allah SWT dan harus dijalankan untuk menegakkan keadilan serta membawa kemaslahatan bagi rakyat.
“Pesan yang disampaikan Prof Quraish Shihab sangat menyentuh. Bahkan beberapa tamu undangan terlihat meneteskan air mata, termasuk Presiden,” ungkapnya.
Momen haru juga terjadi saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Muhammad Zian Fahrezi, qari cilik berusia 11 tahun yang merupakan juara pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Iran tahun 2026. Ali Amran menilai pembacaan ayat suci tersebut menambah kekhidmatan suasana acara.
Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara dihadiri sejumlah tokoh agama, pimpinan organisasi Islam, pejabat pemerintah, serta anak-anak yatim. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (r/isl)
