SRAGEN – Biaya politik memang tidak murah. Hal itu terbukti dengan banyaknya anggota legislatif ini ramai-ramai “sekolahkan” surat keputusan (SK) DPRD Sragen untuk jaminan pinjaman ke bank. Jumlahnya hingga ratusan juta.
Setelah menerima SK pada Kamis (29/8/2024) lalu, sebagian sudah berkomunikasi dengan perbankan untuk dicairkan pinjaman. Nilainya mencapai Rp 200 – 500 juta.
Bahkan jauh sebelum pelantikan, para caleg terpilih sudah didekati dari marketing bank untuk ditawari pinjaman. Tentu dengan iming-iming persyaratan yang mudah dengan bunga bersaing.
Direktur Utama (Dirut) BPR Bank Djoko Tingkir (Perseroda) Titon Darmasto membenarkan, saat ini sudah ada 22 anggota DPRD Sragen periode 2024-2029 yang mengajukan pinjaman ke bank yang dia pimpin. Besar pinjaman bervariasi mulai Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.
Salah seorang anggota DPRD Sragen yang enggan disebut namanya mengakui setelah pelantikan beberapa waktu lalu, memang banyak anggota yang langsung mengajukan pinjaman. Tidak hanya di Bank Djoko Tingkir, tapi juga di bank lain di Sragen.
“Gaji tahun pertama sudah habis untuk angsuran pinjaman. Jadi SK langsung buat jaminan di bank,” ujar anggota DPRD Sragen itu dikutip dari Radar Solo.(idc/klt)