BhinekaNews saat berbagi di bulan Puasa. Bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa paling dermawan di dunia
JAKARTA- Indonesia mencatat prestasi membanggakan di tingkat global. Dalam laporan terbaru World Happiness Report (WHR) 2026, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia, mengungguli 147 negara lainnya yang masuk dalam survei.
Laporan yang disusun oleh Gallup, Oxford Wellbeing Research Centre, dan UN Sustainable Development Solutions Network ini menilai berbagai faktor yang memengaruhi kebahagiaan suatu negara, termasuk aspek kedermawanan yang menjadi keunggulan utama Indonesia.
Berdasarkan data WHR, Indonesia menempati peringkat pertama dalam tiga indikator utama kedermawanan, yakni:
Pencapaian ini menunjukkan tingginya budaya gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia.
WHR mengungkapkan bahwa terdapat enam faktor utama yang memengaruhi tingkat kebahagiaan suatu negara, yaitu:
Data dikumpulkan melalui Gallup World Poll sejak 2005, dengan melibatkan lebih dari 100.000 responden dari sekitar 140 negara setiap tahunnya. Untuk meningkatkan akurasi, analisis menggunakan rata-rata data tiga tahun terakhir.
Secara keseluruhan, Indonesia mencatat skor evaluasi hidup sebesar 5,617 dan berada di peringkat ke-87 dalam daftar negara paling bahagia di dunia.
Adapun peringkat Indonesia dalam beberapa indikator utama adalah:
Menariknya, negara-negara yang menempati posisi teratas dalam indeks kebahagiaan global tidak selalu unggul dalam aspek kedermawanan.
Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kedermawanan, tetapi juga faktor lain seperti kepercayaan sosial, stabilitas ekonomi, kebebasan, serta rendahnya tingkat korupsi.
Peringkat pertama dalam kedermawanan menegaskan bahwa nilai gotong royong, empati, dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan, solidaritas sosial terbukti menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan berbangsa.
Dengan capaian ini, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang ramah, tetapi juga sebagai bangsa paling dermawan di dunia pada 2026.