JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku terkesan sekaligus terkejut dengan atmosfer luar biasa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat menjalani debutnya bersama skuad Garuda.
Herdman memimpin langsung Timnas Indonesia saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada semifinal FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026) malam. Dalam laga tersebut, Indonesia tampil dominan dan meraih kemenangan telak 4-0.
Usai pertandingan, pelatih asal Inggris itu tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap dukungan suporter Indonesia.
“Atmosfer di sini unik, sangat unik. Lagu kebangsaannya begitu bertenaga, Anda bisa merasakan koneksinya,” ujar Herdman.
Ia juga menyoroti momen selepas pertandingan yang menurutnya sangat spesial dan belum pernah ia alami sepanjang kariernya.
“Apa yang terjadi di akhir pertandingan, saya tidak pernah melihat itu dalam karier sepak bola saya. Bisa terhubung dengan penggemar dengan cara seperti itu, itu sangat istimewa,” tambahnya.
Herdman menegaskan bahwa salah satu misi pentingnya adalah membangun hubungan kuat antara tim nasional dan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Timnas harus menjadi simbol pemersatu bangsa dari berbagai pulau.
“Tujuan kami adalah menghubungkan negara ini dari setiap pulau. Kami akan memberikan segalanya untuk Anda,” tegasnya.
Lebih jauh, Herdman menegaskan bahwa target utama yang tengah dibangun bersama Timnas Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia 2030.
“Itulah misinya. Kami punya 280 juta alasan untuk bangun setiap hari dan bekerja keras,” ujarnya.
Ia ingin Timnas Indonesia mencatat sejarah sebagai tim putra pertama yang mampu menembus putaran final Piala Dunia.
“Kami ingin berada di kelompok istimewa itu dan berbagi momen dengan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Meski meraih kemenangan meyakinkan 4-0, Herdman mengingatkan bahwa hasil tersebut hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang.
“Ini langkah kecil. Kami menetapkan target menang 4-0 dengan clean sheet dan kami mencapainya. Itu soal komitmen,” jelasnya.
Herdman juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju Piala Dunia tidak akan selalu mulus. Ia meminta suporter tetap memberikan dukungan dalam kondisi apa pun.
Belajar dari pengalamannya membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, ia menegaskan bahwa proses panjang pasti diwarnai tantangan.
“Ini tidak pernah menjadi garis lurus. Anda harus menderita dan menikmatinya bersama-sama,” tuturnya.
Namun demikian, ia tetap optimistis dengan masa depan Timnas Indonesia.
“Saya jamin, dalam empat tahun kami akan berada di sana. Kami akan lolos dengan tim ini,” tegas Herdman.
Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, langkah Timnas Indonesia terhenti di putaran keempat setelah kalah 0-1 dari Irak dan 2-3 dari Arab Saudi.
Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian tersebut tetap menjadi progres signifikan, mengingat pada edisi sebelumnya Indonesia kerap tersingkir lebih awal.
Dengan fondasi yang kini mulai dibangun bersama Herdman, harapan untuk mencetak sejarah di Piala Dunia 2030 pun semakin terbuka. (isl)