Sport

Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Azzurri Terpuruk Tiga Kali Beruntun

MEDAN– Kegagalan kembali menghantam Timnas Italia. Juara dunia empat kali itu dipastikan absen dari Piala Dunia untuk ketiga kali berturut-turut setelah kalah dramatis dari Timnas Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti.

Hasil ini memperpanjang catatan buruk Italia, yang sebelumnya juga gagal tampil pada edisi 2018 dan 2022—sebuah rekor kelam yang belum pernah dialami juara dunia mana pun.

Drama Penalti Jadi Penentu

Laga berjalan sengit hingga babak adu penalti. Namun Italia harus mengakui keunggulan lawan setelah dua penendangnya gagal. Tendangan Pio Esposito melambung, sementara Bryan Cristante hanya membentur mistar.

Sebaliknya, Bosnia tampil sempurna. Kapten mereka, Edin Dzeko, sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan sekaligus mengantar negaranya lolos ke Piala Dunia.

Sempat Unggul, Italia Kehilangan Momentum

Italia sebenarnya tampil menjanjikan di awal laga. Gol cepat dicetak Moise Kean setelah memanfaatkan peluang dari Nicolo Barella.

Namun keadaan berbalik setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah. Bermain dengan 10 orang membuat Italia kehilangan kontrol permainan hingga akhirnya kebobolan dan dipaksa menjalani perpanjangan waktu.

Meski Gianluigi Donnarumma tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan, Italia tetap gagal menghindari kekalahan.

Gattuso: Pukulan yang Sangat Menyakitkan

Pelatih Gennaro Gattuso mengaku sangat terpukul dengan hasil ini. Ia menyebut kegagalan tersebut sebagai momen yang sulit diterima oleh seluruh publik Italia.

Sementara itu, Ketua Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, menegaskan tidak akan mundur meski mengakui sepak bola Italia tengah berada dalam krisis.

Tren Negatif Sejak 2006

Sejak menjuarai Piala Dunia FIFA 2006, performa Italia terus menurun. Mereka tersingkir di fase grup pada 2010 dan 2014, lalu gagal lolos ke tiga edisi berikutnya.

Gelar UEFA Euro 2020 sempat menjadi titik terang, namun kini terlihat sebagai pengecualian di tengah tren negatif yang berkepanjangan.

Tugas Berat di Depan Mata

Italia kini dihadapkan pada tantangan besar untuk bangkit. Regenerasi pemain, pembenahan sistem, dan konsistensi tim menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin kembali ke level tertinggi sepak bola dunia. (isl)