Sumut

Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara Ajak Umat Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologis

Medan – Menyikapi peringatan dini potensi bencana hidrometeorologis di wilayah Sumatera Utara pada periode Juni–Agustus 2026, Bidang/ Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat ikhtiar, serta memperbanyak doa agar terhindar dari berbagai musibah.

Ketua MUI Sumatera Utara Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Buya Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa perubahan cuaca dan iklim yang diperkirakan terjadi berdasarkan informasi dari BMKG harus disikapi dengan kesadaran, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab bersama.

“Sikap kita tentunya terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca maupun iklim. Selain mengikuti informasi resmi dari BMKG, kita juga harus memperkuat ikhtiar lahir dan batin,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Buya Sugeng Wanto, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan masyarakat, yaitu:

1. Muhasabah diri, dengan merenungkan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia, serta QS. Al-Hasyr ayat 18 sebagai pengingat agar setiap insan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

2. Menjaga lingkungan tetap bersih, rapi, dan asri, melalui aksi nyata seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air atau selokan, memangkas pohon yang berpotensi membahayakan, menjaga aliran sungai tetap lancar, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

3. Meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa, memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala bentuk bala, bencana, dan musibah.

MUI Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah, BMKG, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait dalam menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Berdasarkan potensi curah hujan periode Juni hingga Agustus 2026, yang terdapat dalam surat INSTRUKSI GUBERNUR SUMATERA UTARA
NOMOR 188.54/6/INST/2026 yang diterbitkan 13 Juli bahwa di sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan sesuai kondisi masing-masing.

Pada bulan Juni, kewaspadaan perlu ditingkatkan di Kabupaten Asahan, Batubara, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Toba, serta Kota Padangsidimpuan dan Kota Tanjungbalai.

Pada bulan Juli, kewaspadaan tinggi diperlukan di sebagian wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sementara kewaspadaan tetap perlu dijaga di Kabupaten Batubara, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Toba, dan Kota Padangsidimpuan.

Sedangkan pada bulan Agustus, masyarakat di Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Toba, serta Kota Padangsidimpuan diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi curah hujan dan potensi bencana yang dapat ditimbulkannya.

Sementara itu, 19 kabupaten/kota yang pada tahun sebelumnya mengalami banjir dan tanah longsor perlu melipatgandakan kesiapsiagaan melalui langkah-langkah mitigasi, termasuk penyusunan rencana darurat (contingency plan), penyediaan jalur evakuasi, kesiapan tempat pengungsian, serta edukasi kepada masyarakat.

“Mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong harus terus kita hidupkan, saling membantu, mematuhi arahan petugas, dan mengikuti prosedur evakuasi apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Buya Sugeng Wanto.

Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, menyusun rencana darurat merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga keselamatan jiwa (hifzhun nafs), salah satu tujuan utama syariat Islam (maqashid syariah). Karena itu, umat Islam diajak untuk memadukan ikhtiar lahir berupa kesiapsiagaan dengan ikhtiar batin melalui doa dan peningkatan ibadah.

“Mari kita bersama-sama memperbanyak doa, memohon perlindungan kepada Allah SWT agar Sumatera Utara dan seluruh negeri ini senantiasa dijauhkan dari segala bentuk bencana dan marabahaya, serta diberikan keselamatan, keberkahan, dan ketenteraman bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (r/isl)