HUMBAHAS – Pakar Pembangunan Daerah, Dr Eriko Silaban MPd (yang akrab disapa Bang Riko), menyebutkan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kini menjadi salah satu kabupaten yang memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, terutama di sektor pertanian dan pariwisata.
Untuk memacu kemajuan Humbahas serta adanya aspirasi yang berkembang dalam masyarakat terkait percepatan pemerataan pembangunan, Dr Eriko memandang perlunya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, dan pelaksanaan pembangunan, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berpusat di Pakkat.
Tenaga Ahli DPR RI kelahiran Humbang Hasundutan ini juga mendorong Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Humbahas dari Dolok Sanggul ke Pakkat dalam rangka mendukung percepatan pemerataan pembangunan, dengan merevisi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2003 Pasal 9 Ayat 3 Tentang Ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan berkedudukan di Dolok Sanggul.
Menurut Eriko, dengan memperhatikan perkembangan Kecamatan Pakkat dari sisi kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya-politik, jumlah populasi, dan luas daerah, sudah menjadi keputusan yang tepat menjadikan Pakkat sebagai ibu kota Humbahas yang baru. Pemindahan ini pun diprediksi akan memberi efek domino ke kecamatan sekitar, yaitu Parlilitan dan Tarabintang, yang selama ini masih belum menikmati pembangunan secara maksimal.
“Letaknya strategis dan memiliki potensi yang besar untuk pengembangan wilayah dan sumber daya alam yang melimpah. Daerah ini dinilai lebih mampu mendukung kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang ditopang kuat oleh kecamatan parlilitan dan tarabintang,” kata Bang Riko, Kamis (5/12/2024).
Alumni Doktoral IPDN Kemendagri ini juga mengatakan pemindahan ibu kota Humbahas tentu akan membutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung. Artinya, akan ada pembangunan gedung pemerintahan, jalan, dan fasilitas umum lainnya, dengan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat lainnya.
“Ini adalah kesempatan emas bagi daerah kita untuk bangkit dan berkembang,” ucapnya.
Bang Riko tak menafik adanya keresahan masyarakat Dolok Sanggul terkait pemindahan ibu kota tersebut, contohnya risiko gangguan stabilitas sosial dan ekonomi. Namun, Ia menegaskan bahwa selama pemindahan ibu kota dilakukan dengan perencanaan yang matang, serta memerhatikan segala aspek yang menjadi kekhawatiran masyarakat, maka warga Dolok Sanggul diminta tak perlu khawatir.
Dorongan ini harapannya dapat menjadi salah satu keputusan agenda prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Humbang Hasundutan. TA 2024-2025.
“Dengan langkah ini, Humbang Hasundutan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam hal pembangunan yang merata, pengembangan wilayah dan pelayanan publik yang lebih baik. Masyarakat pun diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita percepatan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Riko, Alumnus Diklat Lemhannas RI Tahun 2024.
Kecamatan Pakkat memiliki luas wilayah 38.168,00 Ha jauh lebih luas dari dolok sanggul 20.929,53 Ha, dengan memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya unik dan menarik baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya, seperti Sumber Daya Alam yang Melimpah: Pakkat dikenal kaya akan sumber daya alam, terutama dalam sektor pertanian.
Tanahnya yang subur memungkinkan masyarakat untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian seperti padi, sayuran, salak, durian, petai, jengkol dan buah-buahan lainnya. Keberadaan lahan pertanian yang luas juga mendukung ketahanan pangan di daerah ini.
Selain tanahnya bak taman buah, Kecamatan Pakkat memiliki berbagai objek wisata alam yang menarik, seperti seribu goa, perbukitan, dan air terjun. Keindahan alam ini menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Upaya pengembangan pariwisata di Pakkat dapat menjadi salah satu pendorong ekonomi daerah.
Objek wisata alamnya yang asri pun dihiasi dengan budayanya yang kaya. Humbahas memiliki kekayaan budaya yang unik, termasuk tradisi adat dan kesenian lokal. Masyarakatnya yang multikultural menciptakan suasana yang harmonis dan kaya akan nilai-nilai budaya.
Objek-objek keindahan alam serta budayanya yang beragam ini dapat diakses dengan mudah bagi para wisatawan yang ingin berkunjung. Pakkat termasuk daerah yang mengalami pengembangan infrastruktur. Jalan yang baik dan akses transportasi yang memadai memudahkan mobilitas masyarakat juga distribusi hasil pertanian. Ini menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Pakkat merupakan daerah di Humbahas yang paling sering menggelar program pemberdayaan masyarakat, baik itu oleh pemerintah maupun lembaga lainnya. Pelatihan keterampilan dan program pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak Heran apabila banyak tokoh berasal dari Pakkat, sebab menurut Bang Riko, Pakkat terkenal dengan anak rantaunya yang sukses dan solid.
Pemberdayaan masyarakat yang menghasilkan manusia berkualitas dan produktif ini pun ditunjang dengan bagusnya akses layanan kesehatan. Pakkat juga menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni karena kondisi geografisnya diberkahi iklim yang sejuk dan subur.(mrk)