MUI Sumut dan Polda Sumut Perkuat Sinergi, Kapolda Tekankan Pelayanan Humanis dan Pemberantasan Narkoba

Hukum, Sumut10 Dilihat

MEDAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kehidupan keagamaan masyarakat. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan silaturahim Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.Si., bersama jajaran ke Kantor MUI Sumut, Rabu (14/10/2026). Rombongan diterima langsung Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, didampingi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut Prof. Dr. Agussani, M.AP., serta jajaran pengurus lainnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Naik Pamen Simanjuntak, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sumut Apriadi, Direktur Intelkam, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), serta sejumlah personel Polda Sumut.

Dalam sambutannya, Maratua Simanjuntak menegaskan bahwa MUI memiliki peran sebagai shadiqul hukumah, yakni mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, pelaksanaan peran tersebut membutuhkan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani secara tepat sesuai kewenangan masing-masing.

Maratua menjelaskan, MUI dapat menerbitkan fatwa dan tausiah sebagai pedoman keagamaan. Sementara itu, pelaksanaan dan penegakan hukum tetap menjadi kewenangan institusi yang berwenang. Karena itu, komunikasi dan sinergi antarlembaga menjadi penting agar pesan keagamaan dapat berjalan seiring dengan ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA :  Bidang/Komisi Sosben MUI Sumut Menebar Kepedulian Sosial bagi 100 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa', Penggali Kubur, dan Bilal Jenazah

Ia juga memaparkan upaya MUI Sumut dalam mempersiapkan generasi ulama melalui Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang diselenggarakan selama tiga tahun. Program tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan kaderisasi dan mempersiapkan ulama yang dapat menjawab tantangan kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

Maratua menyambut baik kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan dan berharap silaturahim tersebut menjadi awal dari kerja sama yang semakin kuat demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut Prof. Dr. Agussani, M.AP., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai komunikasi antara ulama dan kepolisian merupakan bagian penting dalam membangun hubungan kelembagaan yang harmonis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Agussani berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipelihara melalui pertukaran pandangan, penyampaian masukan, dan kerja sama konkret dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

Kapolda: Layani Masyarakat dengan Tulus dan Humanis

Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat jajaran MUI Sumut. Ia menjelaskan bahwa dirinya menerima amanah sebagai Kapolda Sumut sejak 1 Oktober 2026 dan berkomitmen menjalankan tugas dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Sonny, silaturahim dengan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat merupakan langkah penting untuk membangun komunikasi serta menyerap aspirasi berbagai elemen masyarakat.

Setelah bersilaturahim dengan Nahdlatul Ulama, ia berencana melanjutkan kunjungan kepada Muhammadiyah, Al Jam’iyatul Washliyah, dan organisasi kemasyarakatan lainnya di Sumatera Utara.

BACA JUGA :  Orientasi Pengurus MUI Sumatera Utara Masa Khidmat 2025–2030 Perkuat Visi Kebangsaan dan Keumatan

Sonny menegaskan bahwa masukan dari para ulama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar bekerja secara profesional, tulus, dan humanis. Menurutnya, kehadiran polisi harus memberikan kemudahan serta rasa aman bagi masyarakat, bukan justru menambah kesulitan.

“Permudah urusan masyarakat, jangan mempersulit,” demikian penekanan Kapolda dalam arahannya kepada jajaran kepolisian.

Pesan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan pelayanan publik sebagai wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

Ajak Ulama Bersama Berantas Narkoba

Dalam pertemuan tersebut, Sonny turut menyoroti persoalan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang menjadi tantangan serius di Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk MUI, para ulama, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan.

Kapolda juga mengajak para ulama untuk menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Ia menegaskan, setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui proses hukum apabila perbuatannya memenuhi unsur pidana.

Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu. Integritas aparat penegak hukum menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan secara adil.

BACA JUGA :  KPK Endus Praktik Korupsi di Kemenag, Naikkan Kasus Kuota Haji ke Penyidikan

Selain itu, Sonny menyampaikan rencana pelaksanaan Safari Subuh secara bergiliran di berbagai wilayah Sumatera Utara. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi sarana untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, memperkuat komunikasi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda juga berencana membangun komunikasi dengan kalangan mahasiswa melalui kunjungan dan dialog. Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pikiran, dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan.

Pada kesempatan itu, Sonny turut menyampaikan penghargaan terhadap integritas para kiai dan ulama. Ia menilai keteladanan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan keagamaan, memperkuat moral masyarakat, dan menciptakan suasana yang kondusif.

Perkuat Kolaborasi untuk Sumatera Utara

Silaturahim MUI Sumut dan Polda Sumut ditutup dengan penyerahan plakat dan buku produk MUI, dilanjutkan pertukaran cenderamata serta foto bersama jajaran pimpinan kedua institusi.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahim semata, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata dalam pembinaan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemeliharaan kerukunan, serta pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Sinergi ulama dan kepolisian dinilai menjadi salah satu modal penting dalam membangun Sumatera Utara yang aman, harmonis, dan berintegritas, dengan tetap mengedepankan kepentingan serta perlindungan masyarakat. (mui/isl)