PANDAN, TAPANULI TENGAH — Di tengah kesibukan mengejar berbagai urusan dunia, ada kalanya manusia perlu berhenti sejenak untuk kembali bertanya kepada dirinya: sudah sedekat apa ia dengan Al-Qur’an?
Semangat itulah yang dihadirkan dalam Mukhoyyam Al-Qur’an Rumah Qur’an Al-Muyassar yang digelar pada Minggu (13/9/2026) di Aula STPK Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Mengusung tema “Menikmati Proses Hidup Bersama Al-Qur’an”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk kembali mendekat kepada Al-Qur’an, tidak hanya sebagai kitab yang dibaca, tetapi juga sebagai pedoman yang memberikan arah dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua MUI Kabupaten Tapanuli Tengah dan menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai daerah untuk memberikan penguatan keislaman, motivasi, serta inspirasi kepada para peserta.
Para pemateri yang hadir yakni Ustadz Abdul Rahim Siregar, S.T., M.T. dari Medan, Ustadz Awaluddin, S.Pd. dari Padangsidimpuan, dan Rofiq Misgianto, S.Pd.I. dari Medan.
Kehadiran para pemateri tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan untuk mengajak peserta menyelami Al-Qur’an dengan hati yang lebih terbuka sekaligus membangun semangat menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Bukan Sekadar Acara, tetapi Perjalanan Hati
Mukhoyyam Al-Qur’an Al-Muyassar terbuka secara gratis untuk umum, baik putra maupun putri, dengan kuota sebanyak 100 peserta.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB itu diisi dengan tadabbur ayat-ayat pilihan, motivation and sharing session, serta kegiatan kebersamaan yang mempererat ukhuwah antarpeserta. Peserta juga mendapatkan fasilitas konsumsi selama kegiatan.
Namun, makna utama kegiatan tersebut tidak semata-mata terletak pada rangkaian acara maupun fasilitas yang diberikan. Lebih dari itu, terdapat nilai spiritual dari setiap langkah peserta yang memilih meluangkan waktu untuk hadir dan berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Ada yang mungkin datang dengan hati yang lelah dan berharap menemukan ketenangan. Ada pula yang datang membawa berbagai persoalan dan mencoba menemukan kekuatan melalui ayat-ayat Allah.
Bagi sebagian peserta lainnya, kegiatan tersebut bisa menjadi momentum untuk kembali membuka lembaran Al-Qur’an setelah sekian lama.
Sebab, terkadang ketenangan tidak harus dicari melalui perjalanan yang jauh. Ia bisa ditemukan ketika seseorang kembali mendekat kepada Kalamullah.
Al-Qur’an Menjadi Teman dalam Setiap Fase Kehidupan
Tema “Menikmati Proses Hidup Bersama Al-Qur’an” membawa pesan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk bersyukur ketika memperoleh kebahagiaan, bersabar ketika menghadapi ujian, ikhlas ketika kehilangan, serta kembali kepada jalan yang benar ketika mengalami kebingungan.
Ketika hati terasa kosong, Al-Qur’an juga menjadi sumber penguatan agar manusia tidak kehilangan harapan.
Karena itu, Mukhoyyam Al-Qur’an Al-Muyassar tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan sehari penuh. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, kemudian kembali mendengarkan suara hati melalui ayat-ayat Allah.
Dari Pandan untuk Generasi Qur’ani
Pelaksanaan Mukhoyyam Al-Qur’an sekaligus menunjukkan tumbuhnya semangat membangun generasi Qur’ani di Tapanuli Tengah.
Rumah Qur’an Al-Muyassar menghadirkan ikhtiar bahwa pembangunan generasi masa depan tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual. Generasi mendatang juga membutuhkan iman, ilmu, akhlak, keteguhan jiwa, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Anak-anak dan generasi muda yang hari ini belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an diharapkan kelak dapat menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan manfaat melalui ilmu dan akhlaknya.
Bukan tidak mungkin, dari majelis yang sederhana tersebut lahir generasi yang kelak menjadi imam, guru, ulama, pemimpin, maupun pelayan umat.
Di situlah nilai sebuah ikhtiar menjadi begitu berarti. Tidak ada yang dapat memastikan sejauh mana satu ayat yang disampaikan hari ini akan mengubah kehidupan seseorang di masa mendatang.
Namun, setiap langkah yang diarahkan untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan Al-Qur’an diyakini memiliki nilai kebaikan.
Mukhoyyam Al-Qur’an Rumah Qur’an Al-Muyassar diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan ditutup. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal perjalanan panjang untuk hidup bersama Al-Qur’an—membacanya, memahami maknanya, mengamalkannya, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap fase kehidupan.
Sebab, kehidupan akan terasa lebih bermakna ketika Al-Qur’an tidak hanya berada di tangan, tetapi juga hidup di dalam hati. (r/isl)
