Pj Sekdaprov Sumut Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi 2025

Sumut122 Dilihat

MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2025 yang digelar secara virtual di Sumut Smart Province, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (11/11/2025).

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir ini diikuti seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta sejumlah kementerian terkait. Agenda ini bertujuan memberikan atensi terhadap daerah-daerah dengan tingkat inflasi tinggi dan membahas langkah-langkah konkret dalam pengendalian harga di lapangan.

BACA JUGA :  Cerita Dedikasi Petugas Haji : Layani Tamu Allah dengan Penuh Kesabaran

Beberapa strategi yang disampaikan dalam Rakor antara lain penguatan kerja sama antardaerah, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, serta pelaksanaan operasi pasar murah guna menekan lonjakan harga komoditas.

“Upaya ini penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Inflasi yang terkendali menjaga daya beli masyarakat, mendukung iklim investasi, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ujar Tomsi Tohir.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melaporkan bahwa inflasi tahun kalender (year to date) Oktober 2025 sebesar 2,10%, dipengaruhi oleh komoditas makanan, minuman, dan tembakau.

BACA JUGA :  Pererat Sinergisitas, Polres Tanjung Balai dan Pom TNI AL Buka Puasa Bersama

Target inflasi nasional tahun 2025 ditetapkan sebesar 1,5%–3,5%. Hingga Oktober, terdapat empat provinsi dengan inflasi di atas 3,5% yakni Sumatera Barat, Riau, Aceh, dan Sulawesi Tengah. Sementara inflasi Sumut pada periode yang sama mencapai 3,39%.

Amalia juga menambahkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah di Sumut menunjukkan tren penurunan, khususnya untuk komoditas cabai merah, beras, dan bawang merah, dengan penurunan mencapai 3,49%.

“Penurunan IPH di Sumut terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Padanglawas, Tapanuli Selatan, Kota Tebingtinggi, Batubara, Tapanuli Utara, dan Kota Tanjungbalai,” jelas Amalia.

BACA JUGA :  Pj Sekdaprov Sumut Terima Laporan Kinerja Komisi Informasi Tahun 2025

Ia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2025 mencapai 5,04% (year on year), sementara Sumut mencatat pertumbuhan 4,55% pada periode yang sama.

Rakor tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta perwakilan dari Bulog, Bank Indonesia, dan perangkat daerah terkait lainnya.(bj)