Terungkap! Sifat Asli Febrie Adriansyah Dibongkar Kawan Lama

Nasional, Viral198 Dilihat

Jambi – Sosok Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik. Di tengah perhatian terhadap dinamika hukum yang tengah dihadapinya, kisah mengenai kepribadiannya semasa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH Unja) turut diungkap oleh rekan satu angkatannya.

Jaelani, yang kini menjabat Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Jambi, mengaku mengenal Febrie sejak sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Jambi angkatan 1986.

Menurut Jaelani, Febrie merupakan mahasiswa berprestasi yang diterima melalui jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK), jalur seleksi bagi siswa berprestasi pada masa itu.

“Beliau mahasiswa yang cerdas, diterima sebagai mahasiswa FH Unja angkatan 1986 lewat jalur PMDK,” ujar Jaelani kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026)

Ia menuturkan, angkatan 1986 Fakultas Hukum Universitas Jambi melahirkan sejumlah alumni yang kemudian menduduki posisi penting di pemerintahan maupun lembaga penegak hukum. Selain Febrie, terdapat Sudirman yang kini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi serta Sarjono Turin yang pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

BACA JUGA :  97 Persen SPBU di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Beroperasi Kembali

Jaelani mengungkapkan bahwa sejak masih duduk di bangku kuliah, Febrie telah memilih konsentrasi hukum pidana. Sementara dirinya mengambil konsentrasi hukum perdata. Pilihan tersebut, menurutnya, sejalan dengan perjalanan karier Febrie yang kemudian berkiprah di lingkungan Kejaksaan hingga dipercaya memimpin bidang tindak pidana khusus.

Selain dikenal memiliki kemampuan akademik yang baik, Febrie disebut memiliki karakter yang mudah bergaul. Jaelani mengatakan rekannya itu tidak pernah membatasi pergaulan dan dikenal peduli terhadap teman-temannya.

“Selain luwes bergaul, beliau sangat peduli dengan teman-teman. Pekerja keras juga hingga menuju puncak karier sebagai jaksa,” tuturnya.

Menurut Jaelani, etos kerja yang tinggi sudah terlihat sejak masa perkuliahan dan menjadi salah satu karakter yang konsisten hingga memasuki dunia profesional.

BACA JUGA :  Laporkan Dugaan TPK DBH Pajak, Muhri Fauzi Hafiz Sebut Cara Unik PSI Sumut Bantu Gubsu

Di luar aktivitas akademik, Febrie juga dikenal memiliki kebiasaan sederhana. Saat memiliki waktu luang, ia kerap bermain gaple bersama teman-teman kampus. Permainan tersebut menjadi salah satu hiburan yang populer di kalangan mahasiswa pada masa itu sekaligus mempererat hubungan antarteman.

Meski lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968, Febrie menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan tinggi di Jambi. Ia menempuh pendidikan dasar hingga sarjana di daerah tersebut sebelum melanjutkan studi doktor ilmu hukum di Universitas Airlangga.

Jaelani juga menyebut keluarga Febrie kini telah menetap di Jakarta. Menurutnya, ayah Febrie telah meninggal dunia dan anggota keluarganya telah berpindah ke ibu kota.

Sementara itu, Kejaksaan Agung telah mengonfirmasi bahwa Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan pengunduran diri tersebut telah diterima oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

BACA JUGA :  Road to Adhyaksa Charity Run Medan 2025, JAM-Intel dan Adhyaksa Runners Gelar Bakti Sosial

Kejaksaan Agung menegaskan seluruh tugas, fungsi, dan penanganan perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Keputusan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas proses penegakan hukum terkait perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum.

Anang juga mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

Sebelumnya, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 13 lokasi dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan sejumlah perkara.

Kesaksian Jaelani memberikan gambaran mengenai karakter Febrie Adriansyah semasa menjadi mahasiswa. (bc/isl)