255 Ribu Anak Tidak Sekolah di Sumatera Utara

Edukasi, Sumut340 Dilihat

MEDAN- Gubsu diwakili Pj Sekdaprovsu Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi memberi dukungan terhadap Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara dalam menangani 255 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sumut. Dukungan serupa ditujukan untuk menyukseskan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Sumut.

Untuk itu, Pj Sekdaprovsu ini meminta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprovsu, instansi terkait, stakeholder dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk di Sumut.

Dukungan terhadap BPMP Provinsi Sumatera Utara juga ditegaskan Ketua DPRD Sumut diwakili Dr Timbul Sinaga MSA, Rektor Unimed Prof Dr Ir Baharuddin MPd dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A1 Medan 1 Judika Sirait.

Dukungan ini ditegaskan pada kegiatan temu kordinasi persiapan pelaksanaan program dan kegiatan BPMP Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2025 bersama Gubsu, DPRD Sumut, Rektor Unimed dan para stakeholder pendidikan, Rabu (8/1/2025).

BACA JUGA :  300 Kelas Digital Dibuka di SMAN/SMKN se Sumut

Kepala BPMP Provinsi Sumatera Utara Tajuddin Idris SSi MT mengatakan beberapa pencapaian balai seperti masalah lahan bermasalah selama 27 tahun, keterbukaan informasi publik dan pendapatan negara bukan pajak. Pendapatan BPMP Sumut di tahun 2024 meningkat empat kali lipat dari targetnya.

”Kita diberi target sekitar Rp227 juta, dan di tahun lalu kita berhasil mendapat Rp.1 miliar. Ini berkat kerja keras teman-teman di sini dan dukungan yang diberikan kepada kami, termasuk dukungan Pemprovsu,” kata Tajuddin Idris SSi MT.

Salah satu target utama BPMP Sumut pada tahun 2025 yaitu menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sumut. Ada sekitar 255.824 anak yang berstatus ATS di Sumut pada tahun 2024 dengan rincian 57.101 kategori drop out, 63.728 lulus tetapi tidak melanjutkan sekolah dan 133.995 belum pernah sekolah.

BACA JUGA :  Wagub Sumut Ajak Kader HIMMAH Jadi Agen Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan

”Salah satu yang kita kejar yaitu ATS, kita harus bekerja keras untuk itu. Kemudian meningkatkan literasi di provinsi kita, mendukung program-program pemerintah pusat dan memperkuat kerja sama dengan stakeholder terkait. Termasuk menyukseskan enam program prioritas Kemendikdasmen,” ujar kepala BPMP Provinsi Sumatera Utara.

Dikutip dari Sumutpos, Enam program prioritas Kemendikdasmen terdiri:

  1. Penguatan Pendidikan Karakter, meliputi pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai untuk guru, peningkatan kompetensi guru BK dan agama, pengangkatan guru BK, penanaman tujuh kebiasaan anak Indonesia dan penyediaan makan siang bergizi.
  2. Wajib belajar 13 Tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan, termasuk afirmasi pendidikan oleh masyarakat, seperti rumah belajar, pendidikan jarak jauh dan PAUD serta fasilitasi relawan mengajar.
  3. Peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru, termasuk peningkatan kualifikasi minimal D-IV/S-1, pelatihan kompetensi dan kesejahteraan melalui sertifikasi.
  4. Penguatan pendidikan unggul, literasi, numerasi, dan sains teknologi, mencakup pendidikan matematika, sains, teknologi sejak dini, pendirian dan pengembangan sekolah unggul serta penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan.
  5. Pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana yang mencakup renovasi sekolah.
  6. Pembangunan bahasa dan sastra yang meliputi pemartabatan bahasa nasional, pelindungan bahasa daerah, penginternasionalan bahasa Indonesia serta peningkatan literasi.
BACA JUGA :  Wagub Sumut Surya Tegaskan Percepatan Proyek Strategis Daerah

(smt/isl)