Muhri Fauzi Hafiz: Pak Bobby Jangan Terjebak Beban Proyek MYC Rp2,7 Triliun

Headline46 Dilihat

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution diharapkan tidak terjebak dalam beban proyek multiyears senilai Rp2,7 triliun, yang sejak awal hadirnya sudah bermasalah. Terlebih, setelah diketahui fakta buruk dan progres gagalnya pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan untuk kepentingan strategis daerah Sumatera Utara tersebut.

Menurut Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara (PSI Sumut) Muhri Fauzi Hafiz, salah satu oknum yang dianggap paling memahami karakter dan proses proyek ini adalah mantan Kadis PUPR (2024) yang kini menjabat Kepala Kesbangpol Pemprov Sumut, Mulyono.

“Saya dengar sosok oknum mantan Kadis PUPR dan mantan Kepala PBJ yang sekarang menjabat dengan jabatan baru, yakni Kepala Kesbangpol Sumut ini, sangat memahami proyek bermasalah ini. Sebab, proses lelang, juga pelaksanaan akhir proyek ini sama-sama ditanggung jawabi olehnya dengan jabatan yang melekat saat itu,” ungkap Muhri Fauzi Hafiz kepada wartawan di Medan, Sabtu (8/3/2025).

BACA JUGA :  Gubsu Bobby Nasution Tegas Tolak Proyek Mark Up

Menurut Muhri Fauzi Hafiz, apa yang menjadi temuan terkini sekarang merupakan fakta yang harus ditindaklanjuti untuk dilakukan penyelidikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Bahwa, pada 2023 lalu, Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi untuk
Kepentingan Strategis Daerah Provinsi Sumatera Utara ini diketahui secara nyata tidak lagi sesuai kriteria desain, sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan pekerjaan yang mengakibatkan kelebihan bayar dan kurang volume. Nilainya mencapai Rp101.786.503.765,

“Ini sejarah di Sumut, ada pekerjaan pembangunan yang kurang volume sampai lebih dari Rp100 milyar, yang sesungguhnya diyakini, jika dilakukan audit investigasi secara komprehensif bersama APH pasti akan ditemukan nilai kurang volume yang lebih besar lagi, apalagi proyek ini sudah menggunakan APBD sejak tahun 2022/2023/2024,” tegas Muhri Fauzi Hafiz.

BACA JUGA :  Blok Sumut Tolak Kedatangan Jokowi

Dari catatan wartawan, berdasarkan sumber yang beredar bahwa
Pemprov Sumatera Utara menyajikan anggaran Belanja Modal JIJ
pada LRA TA 2023 sebesar Rp2.145.725.890.963,00 dan realisasi sebesar
Rp976.215.110.475,52 atau 45,50% dari anggaran.

Belanja Modal JIJ tersebut di antaranya direalisasikan untuk pemeliharaan rutin,
pemeliharaan berkala, serta peningkatan/ rekonstruksi jalan pada Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi untuk Kepentingan Strategis Daerah Provinsi Sumatera Utara, dengan rincian sebagai berikut.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul dan Hunian Warga Dipercepat

Berdasarkan Laporan Progres WSU KSO Minggu ke-79 Periode 3 s.d. 10 Desember 2023, Tim Pemeriksa melakukan pengujian fisik secara uji
petik terhadap 28 ruas jalan, meliputi pekerjaan peningkatan struktur,
peningkatan kapasitas, dan pemeliharaan berkala.

Hasil pemeriksaan fisik pekerjaan yang dilakukan bersama PPTK, UPTD Dinas PUPR, staf Inspektorat, dan Penyedia, serta pengujian mutu kepadatan aspal di Laboratorium Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II dan pengujian mutu beton di UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PUPR, diketahui terdapat ketidaksesuaian volume dan mutu pekerjaan terhadap construction drawing sebagai desain acuan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sebesar Rp101.786.503.765,32. (Bj)