Demo Tolak Kenaikan PBB di Bone Ricuh, Massa Bertahan Hingga Malam

Nasional27 Dilihat

BONE – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu saat bentrok dengan massa aksi yang menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bentrokan tersebut terjadi pada saat massa gabungan dari mahasiswa dan masyarakat bertahan di dalam halaman kantor Bupati Bone yang berhasil menjebol pintu pagar.

Sekretaris Satpol PP Bone Andi Awaluddin mengklaim ada empat anggotanya terkena lemparan batu.

BACA JUGA :  Pemuda Pancasila Buka Suara Terkait Penggeledahan Rumah Japto

“Iya benar, ada 4 anggota Satpol kena lemparan batu saat melakukan pengamanan demonstrasi. 2 diantaranya pecah kepalanya,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/8).

Selain anggota Satpol PP, dua personel kepolisian juga menjadi korban lemparan batu saat bentrok tersebut terjadi yakni, Aipda Rahmat dan Bripda Awal.

“Ada dua anggota polisi yang terkena luka, personel Brimob Aipda Rahmat dibagian jarinya dan anggota Polres Bone Bripda luka robek di bagian kening,” kata anggota Polres Bone, Aipda Karman.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 3 Saksi Kasus Jiwasraya

Massa bersikeras belum membubarkan diri hingga malam lantaran tidak dapat menemui Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.

Polisi akhirnya mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk keluar dari kantor Bupati Bone. Namun, massa merespons dengan melempari petugas, kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Dalam aksinya massa berjumlah seribu lebih meminta agar Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman untuk hadir menemui massa. Namun, hingga malam hari Bupati tidak hadir.

BACA JUGA :  Kejagung Dipercaya Kelola 64 Rupbasan Imipas, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

“Kami menolak kenaikan PBB-P2 dan meminta Pemkab Bone untuk segera mencabut kebijakan tersebut. Kemudian copot Kepala Bapenda Bone,” kata koordinator aksi, Rafli Fasyah, Selasa (19/8).

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bertahan di depan kantor Bupati Bone dengan membentuk blokade untuk mengantisipasi pergerakan massa. Petugas juga masih terus menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa yang bertahan di Jalan Ahmad Yani, Bone.(cnni/bj)