Tim SULING Syawal KUA Medan Perjuangan Dorong Revitalisasi Remaja Masjid di Musholla SAB

Medan255 Dilihat

MEDAN — Tim Suluh Keliling (SULING) Syawal dari KUA Kecamatan Medan Perjuangan kembali melanjutkan kegiatan pembinaan keagamaan pada pekan kedua program tersebut. Memasuki hari ketiga, tim menyambangi Musholla Serikat Amal Baik (SAB) yang berlokasi di Jalan Ibrahim Umar, Gang SAB, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh agama, di antaranya Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan, SHI, MA, Ustaz Supriadi, S.Ag, Ustaz HM. Affan Sihite, SHI, Ustazah Marliani, S.Ag, Ustaz HM. Hendra SP, S.Ag, serta Ustaz Agussalim Boang Manalu, S.Pd.I.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan sholat Zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana penuh keakraban. Momen kebersamaan tersebut juga diisi dengan prosesi upah-upah kepada salah satu jamaah Majelis Taklim SAB yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Selanjutnya, kegiatan inti SULING Syawal diisi dengan penyuluhan keagamaan yang disampaikan oleh Ketua Tim, Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan empat pilar utama dalam memakmurkan rumah ibadah, yaitu Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Majelis Taklim, Remaja Masjid, serta program Maghrib Mengaji.

BACA JUGA :  Ketua RANZ Kota Medan Ibrahim Ucapkan Selamat kepada Kapolres Pelabuhan Belawan yang Baru

“Keempat komponen ini harus berjalan beriringan. Jika salah satu tidak aktif, maka keberlangsungan pembinaan umat akan timpang,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, ditemukan bahwa di Musholla SAB, BKM dan Majelis Taklim telah berjalan dengan baik. Namun, keberadaan Remaja Masjid belum terbentuk, sementara kegiatan Maghrib Mengaji belum dilaksanakan sesuai waktu ideal karena masih berlangsung pada sore hari dan bertempat di madrasah yang berada di samping musholla.

Atas kondisi tersebut, Amin memberikan apresiasi kepada BKM dan Majelis Taklim yang telah aktif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas kegiatan. Ia juga mengusulkan langkah konkret untuk segera membentuk Remaja Masjid melalui kolaborasi antara BKM dan Majelis Taklim, termasuk dengan membuat formulir pendaftaran bagi anak dan cucu anggota Majelis Taklim.

BACA JUGA :  Wajah Baru Kesehatan Medan Segera Hadir, Wali Kota Medan Targetkan Perbaikan Total 31 Faskes Dalam Waktu Dekat, 3 Diantaranya Dibangun Ulang

Selain itu, ia menegaskan pentingnya memindahkan kegiatan Maghrib Mengaji ke dalam musholla dengan waktu pelaksanaan antara sholat Maghrib hingga Isya.

“Remaja harus kita aktifkan kembali di musholla ini melalui kerja sama yang baik. Begitu juga Maghrib Mengaji, harus dilaksanakan di musholla dan pada waktu yang tepat agar lebih efektif dalam pembinaan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BKM SAB, Rudi Pulungan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Taklim SAB, Hj. Hotmaida Huta Suhut, yang berkomitmen mengajak para anggotanya untuk mendorong anak dan cucu mereka bergabung dalam Remaja Masjid.

Dukungan juga datang dari Ketua BKMT Kecamatan Medan Perjuangan yang berdomisili di sekitar musholla. Ia menyatakan siap turut serta mendorong kebangkitan kembali aktivitas remaja dan penguatan program Maghrib Mengaji di Musholla SAB.

BACA JUGA :  Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid At-Tawwabin, Zakiyuddin Harahap Tekankan Fungsi Sosial Rumah Ibadah

Sementara itu, dalam sesi tausiyah, Ustaz HM. Affan Sihite menyoroti tema ibadah haji, seiring adanya salah satu jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Ia menekankan bahwa inti dari haji adalah wukuf di Arafah, serta mengingatkan jamaah untuk menjauhi perilaku fusuk (perbuatan dosa) dan jidal (perdebatan) selama menjalankan ibadah.

“Fokuslah pada rukun dan wajib haji. Jangan sampai hal-hal yang tidak utama justru mengganggu kesempurnaan ibadah,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz HM. Hendra SP, S.Ag, serta sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan.

Program SULING Syawal ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali fungsi musholla sebagai pusat pembinaan umat, khususnya dalam membangun generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. (r/isl)