Gelora: Waspadai Sabotase di Balik Gencatan Senjata AS–Israel vs Iran

Politik79 Dilihat

JAKARTA– Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mengingatkan adanya potensi sabotase di balik peluang gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang kini memasuki fase krusial.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, mengatakan celah gencatan senjata selama dua pekan harus dimanfaatkan sebagai momentum menuju penghentian perang secara permanen.

“Gencatan senjata ini perlu didukung penuh dan dijadikan pintu masuk bagi negosiasi damai yang lebih luas,” ujar Mahfuz dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan penundaan serangan militer terhadap Iran selama dua pekan. Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyebut pihaknya siap menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap Iran dihentikan.

BACA JUGA :  Anis Matta Ajak Umat Islam Gelorakan Ramadhan 1446 H

Selain itu, Iran juga membuka peluang pembukaan kembali Selat Hormuz melalui koordinasi militer selama periode tersebut.

Apresiasi Mediasi Pakistan

Gelora menilai perkembangan ini tidak lepas dari peran aktif Pakistan dalam memediasi konflik, yang didukung oleh Arab Saudi, Mesir, dan Turki.

Mahfuz mengapresiasi langkah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang dinilai berhasil mendorong dialog di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung sekitar 40 hari.

BACA JUGA :  Indonesia Targetkan Kirim Bantuan Rp 3,2 T ke Palestina Selama Ramadhan

“Ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan dunia Islam dalam menciptakan stabilitas kawasan,” katanya.

Dorong Dialog Dunia Islam

Partai Gelora juga mendorong terbentuknya dialog komprehensif antarnegara Muslim, khususnya di kawasan Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika Utara.

Dialog tersebut dinilai penting untuk membangun stabilitas jangka panjang berbasis kerja sama regional.

Peringatan Keras Soal Sabotase

Namun demikian, Gelora mengingatkan bahwa peluang gencatan senjata sangat rentan digagalkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan perdamaian.

“Sabotase sangat mungkin terjadi, terutama dari pihak yang merasa dirugikan oleh kesepakatan damai,” tegas Mahfuz.

BACA JUGA :  Dinamika Politik Global Semakin Kompleks dari Waktu ke Waktu

Ia juga menyoroti perlunya penghentian seluruh aksi militer Israel di berbagai wilayah konflik seperti Gaza, Lebanon Selatan, dan Iran agar tidak merusak momentum gencatan senjata.

Peran Indonesia Dinilai Krusial

Dalam konteks global, Gelora mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mendukung upaya mediasi internasional tersebut.

Selain itu, pemerintah juga diminta memperkuat ketahanan nasional dan menjaga kohesi sosial dalam menghadapi dampak krisis global.

“Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan dampak dari konflik ini, baik dari sisi ekonomi maupun stabilitas nasional,” pungkasnya. (r/isl)