Dua Warga Kota Matsum Ditemukan Tewas di Komplek Citra Dafa

News35 Dilihat

Percutseituan, Menarapos. – Dua warga Kota Matsum ditemukan tewas dalam rumah di Jalan Perbatasan Komplek Citra Dafa Blok C13 Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara.

Belum diketahui penyebab pasti kedua korban ditemukan tidak bernyawa pada Minggu (28/5/23) kemarin.

Namun dari berbagai sumber mengatakan kedua korban tewas karena diduga tersengat aliran listrik.

Korbannya masing-masing Muhammad Emir Alfaiz (20) dan Quinsha Az Zahra (14) keduanya warga Jalat Halat Gang Cempaka I, Kelurahan Kota Matsun II, Kecamatan Medan Area. Hal itu dibenarkan Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan melalui Kanit Reskrim, Iptu Jefri Simamora, Senin (29/5/23).

BACA JUGA :  Menkumham RI Yasonna Laoly: Kejaksaan Memiliki Posisi Strategis dalam Transformasi KUHP Baru

Dijelaskan kanit, mulanya personel dapat informasi bahwa dua penghuni rumah di Jalan Perbatasan Komplek Citra Dafa Blok C13 ditemukan tewas.

Selanjutnya personel bersama Tim Inafis Polrestabes Medan bergegas ke lokasi melakukan olah TKP.

Hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis terhadap korban Muhammad Emir Alfaiz ditemukan luka di bagian kepala korban diduga akibat terbentur ke lantai.

BACA JUGA :  Judi Tembak Ikan Bintang 123 Eksis di Asia Mega Mas Medan

Sementara korban yang satu lagi kata Kanit, yakni Quinsha Az Zahra tidak ditemukan luka diduga korban tewas akibat tersengat aliran listrik.

Untuk keperluan penyelidikan personel mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Menurut keterangan dua orang saksi yakni Iwan dan Ahmad Aris Afandi melihat rumah korban masih tertutup pada Minggu (28/5/23) siang.

Merasa curiga saksi mencoba membuka rumah dan terkejut menemukan keduanya tergeletak di lantai dapur.

BACA JUGA :  Satgas PKH Dalami Temuan Dana Tambang Emas Ilegal Rp992 Triliun

Lalu saksi menghubungi kepala dusun (Kadus) dan Polsek Percut Seituan.

Tidak berapa lama personel Polsek Percut Seituan bersama Tim Inafis Polrestabes Medan didampingi Kadus turun ke lokasi olah TKP dan meminta keterangan ssjumlah saksi.

“Pihak keluarga bermohon untuk tidak dilakukan Visum karena menerima dengan ikhlas atas meninggalnya kedua korban,” ujar Iptu Jefri Simamora.(Red)