MEDAN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melalui BIdang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) MUI Sumut sukses menggelar Muzakarah Ekonomi Islam dan Bisnis serta Pinbas Weekend Market, Minggu (9/3/2025).
Rangkaian acara ini mencakup tiga agenda utama; Sekolah Bisnis (08.30 – 12.30 WIB) di Ruang Rapat LPPOM MUI Sumut, terbatas untuk 25 entrepreneur, Bazar UMKM Mitra dan Binaan Pinbas MUI Sumut (10.00 – 18.00 WIB) di Halaman MUI Sumut dan Muzakarah Ekonomi Islam dan Bisnis (14.00 – 17.00 WIB) di Ruang Rapat Utama MUI Sumut.
Sekolah Bisnis mengangkat tema ‘Meningkatkan Kapasitas Entrepreneur Muslim’. Pada sesi Sekolah Bisnis, hadir sebagai narasumber Dr. Fikri dari JNE, membahas strategi penguatan jaringan bisnis berbasis logistik dan distribusi, dan Cahyo Pramono, MBA dari Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut, mengupas strategi praktis dalam membangun bisnis yang kompetitif di era digital.
Program ini bertujuan untuk membangun mata rantai bisnis berbasis syariah dengan meningkatkan daya saing entrepreneur Muslim agar lebih tangguh dalam menghadapi persaingan global.
Sementara Muzakarah Ekonomi Islam dan Bisnis mengangka tema “Membangun Ekosistem Bisnis Syariah”. Acara pembukaan Muzakarah Ekonomi Islam dan Bisnis secara resmi dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Dalam sambutannya, Maratua menegaskan kembali dua peran utama MUI, yaitu sebagai mitra pemerintah dan pemelihara umat melalui tausiyah dan fatwa.
“MUI adalah tenda besar umat Islam. Peran kita tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam bidang ekonomi. MUI dan pemerintah melakukan pekerjaan yang sama dalam membangun kesejahteraan umat, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis syariah,” ujar Maratua.
Adapun Diskusi dalam Muzakarah Ekonomi Islam dan Bisnis menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya Prof. Dr. Saparudin Siregar (Ketua Bidang Ekonomi MUI Sumut) yang membawakan materi Membangun Mata Rantai Peningkatan Daya Saing Entrepreneur Muslim.
Sementara Dr. Fikri Pimpinan JNE, membicarakan Peluang Kemitraan Bisnis Distribusi dan Logistik. Serta Dr. Dedi Masri yang bercerita tentang Success Story Profesional dan Pengusaha Muslim.
Putrama Al Khari, selaku Ketua Panitia, menyoroti pentingnya strategi dan komunikasi dengan pemerintah untuk memperkuat ekosistem bisnis Muslim.
“Kita sudah sangat terpinggirkan. Kita harus fokus dan berstrategi. Bisnis berbasis syariah harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Kita melihat peluang besar untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat. Di Sumatera Utara, kita melihat bagaimana konglomerat lokal mengalami kemunduran, seperti runtuhnya Garuda Plaza. Namun, ada contoh sukses seperti Toko Aceh yang mampu bersaing dengan Indomaret dan jaringan ritel besar lainnya. Artinya, kita bisa membangun sistem bisnis berbasis syariah yang kuat jika bersatu,” ujar Putrama. (mui/isl)