PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar acara “Gebyar Laksan—Literasi Inklusi Keuangan Syariah di Bulan Ramadhan” sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan 2025.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam keuangan syariah, sekaligus mendukung visi Sumsel Religius, Toleransi, dan Berbudaya.
Kepala OJK Sumatera Selatan, Arifin Susanto, dalam sambutannya di Kantor OJK Sumsel menegaskan bahwa ekonomi berbasis syariah memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami manfaat ekonomi syariah dan bagaimana produk keuangan berbasis syariah bisa menjadi solusi keuangan yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip Sonora.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Gebyar Laksan 2025 mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi, termasuk Sekretariat Bersama OJK Sumsel Babel, yang berkomitmen menjalankan 12 program strategis “Sumsel Maju Terus Untuk Semua”.
Program ini mencakup Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Desa Sumsel Maju, dan 100.000 Sultan Muda Sumsel.
Selain itu, acara ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang menekankan pentingnya ekonomi syariah dalam mengembangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
“Sektor ini memiliki potensi besar untuk didorong dengan prinsip ekonomi syariah yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Herman Deru saat meresmikan Gebyar Laksan 2025.
Lomba dan Hadiah Menarik
Untuk menarik minat masyarakat, berbagai perlombaan digelar, seperti: Lomba Karaoke, Lomba Adzan, Fashion Show Anak untuk Busana Muslim, Syair Qur’an
Pemenang lomba mendapatkan hadiah yang langsung diserahkan oleh Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Pimpinan BSI, dan Pimpinan Pegadaian Syariah.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis seperti anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Korwil ICSB Samantha Tivani, dan Pimpinan BI Syariah.
Peran Tokoh Agama dalam Edukasi Keuangan Syariah
Herman Deru berharap lembaga keagamaan seperti MUI, NU, Muhammadiyah, dan LDII turut aktif dalam mendukung ekonomi syariah di Sumatera Selatan.
“Peran mereka sangat penting dalam mengedukasi masyarakat bahwa ekonomi syariah bukan hanya soal kepatuhan terhadap ajaran agama, tetapi juga tentang keadilan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” tutupnya.
Dengan adanya Gebyar Laksan 2025, OJK berharap kesadaran dan inklusi keuangan syariah di Sumatera Selatan semakin meningkat, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (snr/isl)