Edi Brasmana Lontarkan Kritik Tajam Terhadap Kinerja Kejatisu, Soroti Proses Hukum Pembangunan Lapangan Merdeka Medan

Headline106 Dilihat

MEDAN – Tokoh pemuda Sumatera Utara, Edi Brasmana, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) di bawah kepemimpinan Kajatisu, Harli Siregar.

Edi menilai, penegakan hukum yang dilakukan saat ini terkesan tebang pilih dan hanya sekadar pencitraan di mata publik.

Menurutnya, harapan besar masyarakat Sumut terhadap gebrakan awal Kejatisu dalam mengungkap kasus-kasus besar seperti korupsi di lingkungan PTPN dan kasus Pelindo kini mulai memudar. Ia menyebut performa lembaga Adhyaksa tersebut justru mengalami penurunan signifikan seiring berjalannya waktu.

“Awalnya kita berharap banyak, tapi setelah kita koreksi, ternyata ini hanya sebatas pencitraan. Banyak persoalan besar yang tidak mampu mereka ungkap. Bahkan, kinerjanya terkesan seperti ‘bisnis konten’ saja,” ujar Edi Brasmana, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA :  Dinilai Tak Memenuhi Syarat, CIC Desak OJK Coret Dua Calon Dirut Bank Aceh

Ia juga mencium adanya aroma intervensi atau “pesanan” dalam penyelesaian sejumlah perkara di Sumatera Utara. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah kelanjutan proses hukum pembangunan Lapangan Merdeka Medan.

“Saya menilai, tindakan hukum yang dilakukan lebih dominan karena pesanan atau titipan. Sebab, persoalan besar di Sumut tidak ada yang disikapi secara tuntas. Contohnya, soal Lapangan Merdeka, Asintel pernah menyatakan sudah diproses, tapi sampai sekarang kita tanya: sudah sejauh mana? Jangan hanya melibatkan penguasa lalu mereka takut karena memikirkan jabatan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kasus Pengadaan Laptop, Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka

Atas dasar rendahnya kepercayaan publik tersebut, Edi pun meminta Jaksa Agung (Kejagung) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran di Kejati Sumut.

“Harapan kita, Harli Siregar dicopot. Seluruh kinerja di Kejati Sumut harus dievaluasi total. Masyarakat butuh kepastian hukum, bukan sekadar keributan atau tontonan di media sosial,” ucapnya.

Selain itu, Edi juga sangat mendukung langkah Ade Rinaldy Tanjung (Ketua Paguyuban Mahasiswa dan Warga Sumut di Jakarta) yang melaporkan Harli Siregar ke Kejagung atas dugaan intervensi penetapan Guru Besar di sebuah perguruan tinggi.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Aset PTPN I ke Ciputra Land Naik ke Penyidikan

Ia menilai tindakan Harli yang diduga memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi/ keluarga adalah bentuk bobroknya kepemimpinan.

“Kita sangat respect dengan Ade Rinaldy. Dia aktivis yang peduli Sumut. Jika benar Kajatisu terlibat intervensi demi keluarga, itu sangat tidak pantas. Tugas dia itu memberantas KKN, bukan malah terlibat di dalamnya,” tukad Edi.(bj)