Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Dr Joharis Lubis: Semua Elemen Harus Kerja Sama Wujudkan Generasi Emas 2045

Medan81 Dilihat

MEDAN – Dr H M Joharis Lubis menekankan pentingnya sinergi dari semua elemen dalam negara demi mewujudkan generasi emas yang diidam-idamkan pada tahun 2045 mendatang.

Ungkapan ini ia sampaikan dalam webinar bertema “Menguatkan Fondasi Kebangkitan Nasional ke-116 Melalui Pendidikan Inovatif: Membangun Generasi Emas dan Berkarakter.”

Dalam diskusi yang dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan akademisi dan tenaga pendidik tersebut, aktivis pendidikan sekaligus dosen di Unimed ini mengatakan kesinergian diperlukan masih banyaknya halangan para generasi sekarang (Gen Z) untuk menjadi pribadi yang berdaya saing tinggi serta berkarakter kuat.

BACA JUGA :  Matius Situmorang Resmi Daftar Ketua KNPI Kota Medan, Ormas & OKP Sepakat Bangun Kolaborasi “Medan untuk Semua”

Salah satunya adalah faktor ekonomi. Menurut Joharis, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidaklah begitu baik. Kondisi ini, sambungnya, akan mempengaruhi bagaimana negara akan mengakomodasi keperluan para Gen Z dalam meraih pendidikan yang optimal.

“Kondisi ekonomi lagi tidak baik, anggaran yang dikucurkan untuk pendidikan juga masih sama, 20% dari APBN. Padahal, kita tahu 20% itu tidak semuanya dikucurkan untuk pendidikan semata, ada yang namanya pengeluaran untuk gaji para guru dan sebagainya,” jelasnya melalui zoom meeting, Rabu (19/6/2024).

BACA JUGA :  Peringati Hari Kebangkitan Nasional, PD Mathla'ul Anwar Adakan Parliament Tour DPRD Kota Medan

Selain itu, ketidakonsistenan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga menjadi salah satu faktor sulitnya menuju Generasi Emas. Sebab, lanjutnya, kurikulum pembelajaran Indonesia sering berubah-ubah.

Hal itu diperparah dengan sistem kerja dosen yang kurang efektif. Ia melihat para dosen lebih disibukkan dalam mengurus hal-hal administratif.

“Mereka (dosen) habis waktunya untuk berurusan dengan hal administrasi, sehingga waktu untuk mahasiswa menjadi lebih sedikit,” sayangnya.

BACA JUGA :  Rico Waas Ajak HIPMI Bersinergi Majukan Perekonomian Kota Medan

Joharis juga menilai perlu adanya program peningkatan mutu dan kesejahteraan tenaga pengajar. Program ini, terusnya, merupakan upaya menjadikan para siswa dan mahasiswa berkarakter dan berkompeten tinggi.

“Bukan hanya mahasiswanya saja yang perlu dibina, tenaga pengajar juga,” ujarnya.

Untuk itu, Joharis menganggap akan sulit untuk mencapai Indonesia Emas apabila semua persoalan tersebut masih belum bisa diatasi.

“Kemana kita akan menuju? Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?” tutupnya. (klt)