MEDAN- Menyikapi instruksi terkait efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah, Wali Kota Medan Rico Waas mengungkapkan kondisi tersebut dianalogikan seperti sebuah keluarga. Artinya, bukan tidak bisa berjalan, tapi dengan sesuatu atau jumlah yang dimiliki, maka dilakukan penyesuaian dan memfokuskan pada hal-hal terpenting agar seluruh sektor tetap berjalan.
“Bagi kita (Pemko Medan), bagaimana kalau bisa low budget tapi high profit,” kata Rico Waas saat menerima kehadiran Kepala Perwakilan Harian Bisnis Indonesia Sumut & Aceh Irsad di Balai Kota Medan, Rabu (19/3/2025).
Adapun cara yang dilakukan yakni mengoptimalkan potensi yang dimiliki sekaligus membuka peluang investasi guna perwujudan high profit. Untuk mendukung hal tersebut, imbuh Rico Waas, maka tentu diikuti pula dengan kemudahan perizinan.
“Yang perlu kami siapkan adalah hal pendukung, yang terutama kemudahan perizinan. Kita membuka diri bagi siapapun dalam berinvestasi,” terangnya.
Selain itu, sambung Rico Waas, tantangan yang dihadapi perlunya pembangunan sumber daya manusia. Kemudian, pelayanan yang baik di berbagai sektor sehingga memberikan dampak besar pada peningkatan pendapatan.
“Jika disambut dengan salam dan sapa, penuh keramahtamahan, tentu orang-orang lebih memilih untuk datang ke tempat yang sama. Jadi, pelayanan yang baik melahirkan hasil yang baik. Selain itu, kita optimalkan pula sektor lain, seperti UMKM,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Harian Bisnis Indonesia Sumut & Aceh Irsad menuturkan, jika hasil diskusi bersama Rico Waas menjadi penting, karena Medan dipandang sebagai etalase Sumatera Utara.
“Sebagai koran ekonomi, kami memandang Medan sebagai etalase Sumatera Utara. Potensi dan perkembangan Kota Medan ini juga sangat dinanti. Maka, apa yang disampaikan akan kita muat sebagai bagian dari upaya kami dalam pembangunan Kota Medan,” ujar Irsad. (isl)