Rico Waas Tegur Camat dan Lurah: Temukan Sampah Menumpuk, Langsung Bersihkan!

Medan9 Dilihat

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan camat dan lurah harus lebih aktif mengawasi kebersihan lingkungan. Ia meminta setiap tumpukan sampah yang ditemukan di wilayah kerja masing-masing segera ditangani, bukan dibiarkan hingga menumpuk dan meresahkan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat berdialog dengan warga dalam kegiatan Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin, Jalan Lukah, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (30/10/2026).

Di hadapan jajaran kecamatan dan kelurahan, khususnya Kecamatan Medan Amplas, Rico meminta aparatur kewilayahan lebih rutin menyisir lingkungan dan memastikan tidak ada titik penumpukan sampah yang luput dari perhatian.

“Jangan pula melihat sampah di tengah jalan, tetapi diam-diam saja. Kalau ada, harus dibersihkan. Ini jelas, ya. Pastikan dibersihkan,” tegas Rico.

Menurutnya, persoalan kebersihan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab petugas pengangkut sampah. Camat dan lurah sebagai aparatur yang paling dekat dengan masyarakat harus mengetahui kondisi wilayahnya dan segera mengambil tindakan apabila ditemukan lingkungan yang kotor.

BACA JUGA :  Kolaborasi yang Dikembangkan Bobby Nasution Berbuah Manis, Tahun Ini Normalisasi Sungai Bedera Dimulai

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan tumpukan sampah yang tidak kunjung ditangani.

“Kalau Bapak-Ibu menemukan permasalahan sampah yang menumpuk dan tidak ditangani, silakan laporkan. Tidak perlu takut menyampaikan. Saya akan mendukung masyarakat. Silakan sampaikan,” ujar Rico.

Dalam kegiatan tersebut, Rico didampingi Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemko Medan, serta Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan.

Ketegasan Wali Kota muncul setelah mendengarkan keluhan Teddy Saputra, warga yang mengaku prihatin terhadap kondisi kebersihan Kota Medan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagai seorang sales yang kerap berkeliling ke berbagai kawasan, Teddy mengaku masih sering menemukan tumpukan sampah di sejumlah lokasi, mulai dari parit, tanah kosong hingga lapangan.

“Saya berkeliling ke sana kemari melihat di parit ada sampah, di tanah kosong ada sampah, di lapangan juga ada sampah. Masyarakat pun masih seenaknya membuang sampah. Apakah aparat kelurahan dan kecamatan tidak memperhatikan kondisi itu?” keluh Teddy.

BACA JUGA :  Rico Waas Harapkan Peran IDAI Sumut Beri Edukasi Kesehatan Anak

Mendengar keluhan tersebut, Rico meminta Teddy menyampaikan lokasi-lokasi yang menjadi persoalan agar dapat segera diteruskan kepada camat dan lurah untuk ditindaklanjuti.

Teddy kemudian menyebut sejumlah kawasan, di antaranya sekitar perbatasan Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai, Jalan Pelangi, serta Jalan Sisingamangaraja.

“Baik, nanti kita panggil lurahnya. Kita minta supaya dibersihkan. Di mana lagi daerahnya? Biar kita berikan perhatian,” kata Rico.

Rico selanjutnya meminta Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan memastikan seluruh kelurahan di wilayahnya melakukan penyisiran secara rutin untuk menemukan titik-titik penumpukan sampah.

Ia bahkan meminta para lurah yang hadir berdiri agar arahan tersebut benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan. Menurutnya, tidak boleh ada aparatur yang hanya melihat sampah berserakan tanpa mengambil tindakan.

Komitmen itu kembali ditegaskan ketika seorang warga perempuan melaporkan adanya tumpukan sampah di lahan kosong di samping rumahnya, tepatnya di kawasan Selambo 6, Kelurahan Amplas, tidak jauh dari masjid lokasi Safari Jumat.

Warga tersebut mengaku sudah beberapa kali menyampaikan laporan. Namun, meskipun pernah mendapat respons, persoalan sampah di lokasi itu masih menjadi keluhan.

BACA JUGA :  DPP HARI Soroti Ledakan Dahsyat di Grand Polonia: PGN Harus Bertanggungjawab‼️

Mendengar laporan tersebut, Rico langsung meminta Lurah Amplas, Ardiansyah Lubis, menemui warga dan memastikan titik penumpukan sampah yang dimaksud.

“Pak Lurah, kami perintahkan! Bapak temui Ibu tadi, tunjukkan di mana titik sampahnya, kemudian bersihkan! Bisa?” tegas Rico.

Instruksi tersebut menegaskan bahwa laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan penyelesaian konkret. Lurah tidak cukup hanya mengetahui adanya persoalan, tetapi juga harus turun langsung ke lapangan dan memastikan sampah dibersihkan.

Rico berharap pengawasan kebersihan lingkungan semakin ditingkatkan, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan. Sebab, upaya mewujudkan Kota Medan yang bersih membutuhkan pengawasan aktif aparatur serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Melalui Safari Jumat tersebut, Rico menegaskan pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi kebersihan kota. Warga diminta berani melaporkan persoalan, sedangkan camat dan lurah berkewajiban merespons setiap laporan dengan tindakan nyata. (r/isl)