Babinsa Desa Kubang Dampingi Kelompok Tani dalam Penyemprotan Hama Padi

Nasional83 Dilihat

TANGERANG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan mengoptimalkan hasil panen, Babinsa Desa Kubang melaksanakan pendampingan terhadap Kelompok Tani (Poktan) Bunga Mawar Mekar dalam kegiatan penyemprotan hama padi di Kampung Bojong Manuk RT 003/004, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (21/02/2025).

 

Sertu Gunadi W, selaku Babinsa Desa Kubang, menegaskan pentingnya penyemprotan sebagai langkah preventif dalam mencegah kerusakan tanaman padi akibat serangan hama. “Saat ini, penyemprotan sangat diperlukan guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kerusakan padi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Satgas Yonif 521/DY Hadir Bagikan Perlengkapan Sekolah di Distrik Benawa

 

Kegiatan penyemprotan ini dilakukan dengan teknik yang tepat agar efektivitasnya maksimal. Para petani menggunakan metode penyemprotan yang disarankan guna memastikan pengendalian hama dan penyakit berjalan optimal, sehingga pertumbuhan tanaman padi dapat meningkat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan.

 

Di tempat terpisah, Danramil 05/Balaraja Kodim 0510/TRS, Kapten Infanteri Ali Maskuri, SE., MH., mengungkapkan bahwa hama wereng dapat menimbulkan kerugian besar bagi para petani. Oleh karena itu, penyemprotan menjadi langkah strategis untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan.

BACA JUGA :  Gibran Buka Suara soal Gugatan di MK: Kalau Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah

 

Lebih lanjut, Kapten Infanteri Ali Maskuri menekankan bahwa waktu ideal untuk penyemprotan adalah saat mulut daun mulai terbuka, karena pada saat inilah cairan pestisida dapat lebih mudah diserap oleh jaringan tanaman. “Penyemprotan tidak perlu dilakukan ke seluruh bagian tanaman, cukup di bawah permukaan daun, karena di sanalah letak mulut daun berada,” jelasnya.

BACA JUGA :  DPD: Kenaikan UKT Hambat Visi Indonesia Emas

 

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun sekilas proses penyemprotan terlihat sederhana, namun memerlukan teknik dan pemahaman yang tepat. Mengingat bahan-bahan yang digunakan sering kali mengandung campuran beracun, maka proses ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur agar aman bagi petani serta lingkungan sekitar.

 

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para petani semakin memahami pentingnya teknik penyemprotan yang benar demi keberhasilan panen yang lebih maksimal dan berkelanjutan.(bc)