JAKARTA — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menargetkan keterlibatan sebanyak 1.000 relawan pengawas partisipatif untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2029.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bawaslu RI dan DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung di tingkat pusat, tetapi juga ditindaklanjuti hingga daerah.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di Badan Pengawas Pemilu RI, tapi juga akan ditindaklanjuti oleh 27 provinsi lainnya dan nanti tergantung dari kekuatan teman-teman DPP Pemuda LIRA di cabang di tingkat kabupaten kota,” kata Bagja, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Menurut Bagja, kolaborasi dengan Pemuda LIRA merupakan bagian dari persiapan Bawaslu menghadapi Pemilu 2029 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menilai kelompok pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam memperkuat pengawasan terhadap tahapan penyelenggaraan pemilu.
“Kami menargetkan sebanyak-banyaknya kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada, terutama para pemuda, mahasiswa, yang kemudian akan mengawasi penyelenggaraan dan juga ikut membantu penyelenggaraan Pemilu di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026-2031, Sultoni, menyatakan organisasinya siap bersinergi dengan Bawaslu hingga tingkat provinsi.
“Pada dasarnya target kami, kami akan bersinergi dengan Bawaslu sampai dengan 27 provinsi. Jadi kami akan membantu pengawasan semaksimal mungkin agar Pemilu ini menjadi Pemilu yang bermartabat dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang hebat,” kata Sultoni.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, khususnya melalui keterlibatan pemuda. Dengan pengawasan yang semakin luas dan partisipatif, proses Pemilu 2029 diharapkan berlangsung lebih transparan, berintegritas, dan demokratis. (bc/isl)