Nasional

Baznas: Zakat Berhasil Entaskan 302.994 Jiwa dari Kemiskinan pada 2025

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melaporkan bahwa pengelolaan zakat sepanjang 2025 berhasil membantu 302.994 jiwa keluar dari garis kemiskinan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 113.134 orang sebelumnya masuk kategori miskin ekstrem.

Capaian itu disebut memberi kontribusi sekitar 5,84 persen terhadap total penurunan angka kemiskinan nasional tahun 2025. Secara langsung, Baznas RI juga berperan dalam membebaskan 18.035 jiwa dari kemiskinan.

Dalam laporan yang sama, Baznas mencatat skor 0,57 pada Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0, yang menempatkan kinerja pengelolaan zakat pada kategori stabil.

Pimpinan Baznas RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Zainulbahar Noor, menjelaskan bahwa IZN bukan hanya alat untuk menilai penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga mengukur sistem pengelolaan serta dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan.

“Melalui Indeks Zakat Nasional ini kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi,” kata Zainulbahar Noor, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap dana dari muzaki harus dikelola secara amanah, sesuai prinsip syariah, profesional, dan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Menurutnya, IZN juga menjadi instrumen transparansi untuk menunjukkan kontribusi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Zainulbahar berharap IZN semakin luas dikenal dan dimanfaatkan sebagai referensi, baik di lingkungan Baznas, pemerintah, akademisi, maupun lembaga lainnya. Bahkan, indeks tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu acuan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional.

Di sisi lain, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional, Muhammad Hasbi Zaenal, menyampaikan bahwa IZN merupakan instrumen resmi Baznas untuk memetakan kualitas pengelolaan zakat di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi.

“Nilai IZN nasional adalah hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi. Dari hasil tersebut, kita dapat melihat wilayah yang nilainya baik, sedang, maupun masih rendah sebagai gambaran kualitas pengelolaan zakat di masing-masing daerah,” ujar Hasbi.

Ia menyebut nilai IZN nasional merupakan hasil agregasi dari seluruh daerah, sehingga dapat menggambarkan wilayah dengan performa baik maupun yang masih perlu pembenahan.

Pada 2025, pengisian IZN melibatkan 426 lembaga, menjadi angka partisipasi tertinggi sejak indeks ini diterapkan pada 2016. Baznas berharap hasil evaluasi tersebut dapat memperkuat peran zakat dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan pada 2026 dan tahun-tahun mendatang. (r/isl)