Farhan Akui Kekeringan Ganggu Pasokan Air PDAM Bandung, Minta Distribusi Tangki Rutin

Nasional8 Dilihat

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kekeringan yang melanda wilayahnya berdampak pada berkurangnya pasokan air bersih Perumda Tirtawening Kota Bandung kepada pelanggan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Farhan meminta perusahaan daerah itu meningkatkan pasokan air baku dari berbagai sumber serta mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki kepada warga yang terdampak.

Farhan mengatakan, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui kerja sama dengan sejumlah sumber air di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga disebut membantu menjaga ketersediaan cadangan air.

“Kami sekarang memang sangat berjuang, tetapi kerja sama kami dengan beberapa titik sumber air, baik di daerah Kabupaten Bandung maupun Kabupaten Bandung Barat, berjalan dengan sangat baik. Juga dengan bantuan dari pihak provinsi, saat ini pengadaan air cadangan masih tersedia dengan sangat baik, terutama di tempat-tempat penampungan air,” ujar Farhan di Simpang Lima, Kota Bandung, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA :  Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan Hingga Perlindungan Kelompok Rentan

Minta PDAM Rutin Distribusikan Air Tangki

Farhan membenarkan bahwa berkurangnya pasokan air bersih menyebabkan sejumlah pelanggan Perumda Tirtawening tidak mendapatkan aliran air sebagaimana mestinya.

Karena itu, ia meminta Perumda Tirtawening rutin mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki kepada pelanggan dan warga yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami gangguan pasokan.

“Disuntik air dulu dengan menggunakan tangki. Ini bagian dari upaya kami untuk memenuhi kebutuhan air,” tuturnya.

Farhan juga memahami kekecewaan pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi tersebut. Ia menyatakan akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada Direktur Utama Perumda Tirtawening mengenai kebijakan pembayaran tagihan bagi pelanggan yang tidak memperoleh pelayanan secara optimal.

“Nah, tagihannya nanti saya coba tanya secara detail ke direktur (Dirut) PDAM. Apakah pelayanannya tetap dihitung atau tidak,” ucapnya.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi di Pelaksanaan Haji 2024, Pansus DPR RI Minta Penegak Hukum Turun Tangan

Musim Hujan El Nino Berpotensi Picu Banjir

Di tengah kondisi kekeringan, Farhan menyebut Indonesia diperkirakan akan segera memasuki musim hujan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), karakteristik musim hujan yang dipengaruhi El Nino perlu diantisipasi karena berpotensi menghadirkan tantangan berbeda.

Farhan mengungkapkan, peringatan tersebut sebelumnya disampaikan Kepala BMKG dalam pertemuan para wali kota dari wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah di Kota Bogor.

“Kekeringan ini memang satu hal yang sudah diperingatkan. Dalam pertemuan antara para wali kota se-Banten, se-Jawa Barat, dan se-Jawa Tengah di Kota Bogor, Kepala BMKG sudah memperingatkan bahwa musim hujan yang sekarang adalah musim hujan El Nino,” ujarnya.

Menurut Farhan, kondisi tersebut dapat ditandai dengan periode musim hujan yang relatif singkat, tetapi disertai curah hujan berintensitas tinggi di sejumlah wilayah. Akibatnya, kekeringan masih berpotensi berlangsung, sementara hujan lebat dapat meningkatkan risiko banjir.

BACA JUGA :  Kombes Hadi Pamit dari Polda Sumut, Ikuti Sesko TNI di Bandung

“Terakhir El Nino terjadi di Indonesia tahun ’97. Karakteristiknya adalah musim hujan yang pendek, hanya 3 bulan, tetapi apabila turun di titik-titik tertentu intensitasnya sama dengan hujan 6 bulan. Nah, jadi sementara itu tetap akan terjadi kekeringan. Tapi, sekalinya hujan, ada risiko banjir,” kata Farhan.

Pemerintah Kota Bandung dihadapkan pada dua kebutuhan sekaligus, yakni memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kekeringan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir ketika hujan berintensitas tinggi terjadi.

Upaya distribusi air melalui truk tangki serta penguatan koordinasi dengan pengelola sumber air menjadi langkah yang didorong untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (bc/isl)