JAKARTA – Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menilai praktik korupsi di Indonesia telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan hingga dapat dikategorikan sebagai bencana luar biasa.
Menurut Siti Zuhro, penyalahgunaan jabatan oleh sejumlah pejabat untuk memperkaya diri sendiri menjadi indikasi kuat bahwa korupsi telah berkembang secara sistemik. Ia menilai banyak pihak yang seharusnya mengabdikan diri untuk melayani masyarakat justru memanfaatkan kewenangannya demi kepentingan pribadi.
“Fenomena ini menunjukkan hilangnya arah, integritas, dan keteladanan dalam penyelenggaraan negara,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Siti Zuhro dalam diskusi publik bertajuk “Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?” yang digelar Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri di Jakarta pada Jumat (22/5/2026) lalu.
Pandangan Siti Zuhro menjadi perhatian karena menggambarkan kekhawatiran terhadap dampak korupsi yang dinilai semakin sistemik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara serta melemahkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan integritas, penegakan hukum yang konsisten, serta peningkatan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. (bc/isl)