Polda Metro Jaya Kerahkan 13.316 Personel Kawal Aksi Buruh di DPR RI

Nasional116 Dilihat

JAKARTA — Polda Metro Jaya mengerahkan 13.316 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat yang digelar sejumlah elemen buruh di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif. Langkah tersebut ditempuh agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan.

Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya Brigjen Pol. La Ode Aries El Fathar mengatakan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dihormati.

Karena itu, polisi tidak hanya bertugas mengamankan aksi, tetapi juga memberikan pelayanan kepada peserta unjuk rasa serta menjaga hak masyarakat lain yang tetap beraktivitas di sekitar kawasan DPR/MPR RI.

BACA JUGA :  Tim Gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya Tindak Dugaan PETI di Beutong, Delapan Orang Diamankan

Dari total kekuatan yang disiapkan, sebanyak 11.261 personel ditempatkan di kawasan Gedung DPR/MPR RI. Sementara 2.055 personel lainnya disiagakan untuk mendukung pengaturan dan pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

Saat memimpin apel kesiapan pengamanan, Brigjen La Ode meminta seluruh personel menjaga komunikasi dengan koordinator lapangan dan mengedepankan sikap sabar selama bertugas.

Personel juga diingatkan agar tidak mudah terpancing provokasi serta menjalankan pengamanan sesuai prosedur dan arahan pimpinan.

“Yang kami kedepankan adalah pelayanan yang humanis. Personel harus sabar, mampu berkomunikasi dengan baik, dan menjaga situasi tetap tenang agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman,” kata La Ode.

BACA JUGA :  Hari Jadi ke-73, Ketua Dewan Pers Apresiasi Kinerja Humas Polri

Dalam pengamanan tersebut, seluruh personel juga dilarang membawa maupun menggunakan senjata api dan senjata tajam. Kepolisian menekankan pentingnya pengendalian diri dan tindakan yang terukur dalam menghadapi dinamika aksi.

Selain pengamanan massa, Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengaturan arus kendaraan terutama dilakukan di sekitar Jalan Gatot Subroto dan sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, pengamanan aksi merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga ruang demokrasi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas.

BACA JUGA :  Negara Hukum Diuji: Aliansi Solidaritas Mahasiswa Makassar Desak Pertanggungjawaban atas Kekerasan terhadap Anak yang Berujung Kematian

Ia mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta menjaga fasilitas publik.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Pada saat yang sama, aktivitas masyarakat lainnya juga harus tetap berlangsung dengan baik,” ujar Budi.

Polda Metro Jaya memastikan personel akan disiagakan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga massa meninggalkan kawasan Senayan.

Kepolisian berharap koordinasi antara aparat keamanan dan koordinator aksi dapat terus terjaga sehingga penyampaian aspirasi berlangsung damai, aman, dan kondusif. (bc/isl)