UNS Tambah Tujuh Guru Besar, Perkuat Kontribusi Keilmuan dan Tridarma

Pendidikan11 Dilihat

SOLO — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kembali menambah jajaran guru besar. Sebanyak tujuh guru besar dari berbagai bidang keilmuan akan dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (6/10/2026).

Ketujuh guru besar tersebut akan dikukuhkan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.

Ketua Senat Akademik (SA) UNS, Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr., Sp.OG. (K), mengatakan penambahan tujuh guru besar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik UNS.

“Penambahan tujuh Guru Besar ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik UNS melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Sri Sulistyowati dalam konferensi pers di UNS Solo, Senin (5/10/2026).

Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum., menambahkan, kehadiran tujuh guru besar baru tersebut diharapkan semakin memperluas kontribusi keilmuan UNS.

“Kepakaran yang mencakup ilmu dasar, teknologi, seni, pendidikan, kebudayaan, dan energi terbarukan diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Anggaran KIP Kuliah 2027 Bertambah Rp1,267 Triliun, Penerima Mahasiswa Baru Capai 220 Ribu

Menurut Jamin, seluruh guru besar yang dikukuhkan relatif masih berusia muda sehingga memiliki prospek panjang untuk berkontribusi dalam pengembangan UNS.

Ia mengatakan, UNS juga akan kembali mengukuhkan tujuh guru besar berikutnya.

“Harapannya bisa memperkuat skuad UNS agar bisa berprestasi lebih cepat, lebih baik, dan lebih maju,” katanya.

Ketujuh guru besar baru tersebut masing-masing adalah:

  1. Prof. Dr. Suryo Ediyono, M.Hum. menjadi guru besar ke-395 UNS. Ia merupakan Guru Besar bidang Ilmu Filsafat pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS. Dalam pidato pengukuhannya, ia mengangkat tema “Dari Olah Diri ke Olah Sosial: Pencak Silat sebagai Laku Kebudayaan untuk Memanusiakan Manusia.”
  2. Prof. Dr. Suryadi Budi Utomo, S.Si., M.Si. menjadi guru besar ke-396. Ia merupakan Guru Besar bidang Kimia Molekul Makrosiklis pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Judul pidato pengukuhannya adalah “Rekayasa Molekul Makrosiklis dan Terapannya di Bidang Kesehatan, Industri, dan Lingkungan.”
  3. Prof. Dr. Deny Tri Ardianto, S.Sn., Dipl.Art. menjadi guru besar ke-397. Ia merupakan Guru Besar bidang Penciptaan Seni Film pada Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. Ia mengangkat judul pidato “Dari Gerak ke Layar: Film Tari, Budaya Visual, dan Desain Komunikasi Visual dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif.”
  4. Prof. Ir. Mujtahid Kaavessina, S.T., M.T., Ph.D. menjadi guru besar ke-398. Ia merupakan Guru Besar bidang Ilmu Teknologi Biopolimer pada Fakultas Teknik (FT) UNS. Dalam pidatonya, ia mengusung tema “Rekayasa Poly(Lactic Acid) Berbasis Biomassa dalam Evolusi Material Polimer Menuju Material Cerdas dan Berkelanjutan.”
  5. Prof. Ir. Subuh Pramono, S.T., M.T., Ph.D., IPM. menjadi guru besar ke-399. Ia merupakan Guru Besar bidang Ilmu Sistem Komunikasi Nirkabel, Gelombang Mikrometer dan Milimeter pada Fakultas Teknik UNS. Pidato pengukuhannya berjudul “Sistem Komunikasi Nirkabel: Inovasi Teknologi Menuju Konektivitas Terintegrasi Masa Depan.”
  6. Prof. Dr. Triana Rejekiningsih, S.H., KN., M.Pd. menjadi guru besar ke-400. Ia merupakan Guru Besar bidang Teknologi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Sosial, dan Humaniora. Dalam pidato pengukuhannya, ia mengangkat judul “Transformasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui Model Integratif SafeSchool Smart Reporting untuk Mewujudkan Sekolah Aman Anti-Bullying.”
  7. Prof. Dr. Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng. menjadi guru besar ke-401. Ia merupakan Guru Besar bidang Teknologi Rekayasa Konversi Energi Terbarukan pada Pendidikan Teknik Mesin, FKIP UNS. Ia mengangkat judul pidato “Merekayasa Energi, Menyiapkan Generasi: Teknologi Konversi Energi Terbarukan untuk Kemandirian Energi Indonesia.”

Dengan pengukuhan tujuh guru besar tersebut, UNS kini memiliki 401 guru besar. Penambahan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas akademik UNS sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, pendidikan, dan inovasi untuk masyarakat. (bc/isl)