Nasional

Wakil Rektor II UHT Bahas Perspektif Hukum Laut Internasional di Era Perang Multi Domain

Surabaya – Wakil Rektor II Universitas Hang Tuah (UHT), Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han), menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Interaktif Perwira Koarmada II bertema “Perspektif Hukum Laut Internasional di Era Perang Multi Domain” yang digelar di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA), Surabaya, Rabu (22/7/2026)

Forum tersebut diikuti para perwira Koarmada II sebagai wadah strategis untuk memperkuat pemahaman mengenai dinamika hukum laut internasional di tengah berkembangnya ancaman dan konflik yang melibatkan berbagai domain.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, Pangkoarmada II menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum laut internasional menjadi bekal penting bagi prajurit TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keamanan maritim Indonesia.

Diskusi menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang hukum laut dan pertahanan. Narasumber pertama, Kepala Dinas Hukum Koarmada II Letkol Laut (H/W) Sulastri, memaparkan aspek-aspek hukum laut internasional yang berkaitan dengan tugas dan fungsi TNI AL dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim.

Sementara itu, Dr. Iwan Isnurwanto menyampaikan perspektif akademis dan strategis mengenai implementasi hukum laut internasional di tengah perkembangan perang multi domain. Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah laut, tetapi juga melibatkan domain siber, udara, ruang angkasa, hingga informasi.

Ia menekankan bahwa sinergi antara aspek hukum, strategi pertahanan, dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman modern yang semakin kompleks.

Forum berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para perwira Koarmada II yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi bersama para narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hukum laut internasional sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di era perang multi domain. (bc/isl)