Siswa SMP Diduga Dianiaya Oknum Aparat Hingga Tewas

Hukum, News91 Dilihat

MEDAN – Seorang pelajar SMP di Medan, MS (15), menghembus nafas terakhir pada 25 Mei 2024. Korban tewas diduga setelah dianiaya oknum aparat.

Ibu korban, Jenny (49) saat ditemui, Senin (27/5/2024) mengaku, menerima kabar anak bungsunya itu tewas pada 25 Mei 2024 dini hari.

Saat itu, Jenny tengah berada di Pematangsiantar menghadiri acara pemakaman.

BACA JUGA :  PT Medan Perberat Hukuman Sekda Samosir Nonaktif Jabiat Sagala Jadi 2 Tahun Penjara 

“Saya dapat informasinya hari Jumat malam bahwa anak saya sudah sakit,” kata Jenny.

Dia menuturkan, saat itu anaknya tengah duduk bersama temannya di sebuah jembatan rel kereta Jalan Pelikan, Kota Medan.

Kemudian, ada seorang pria menyuruh korban dan teman-temannya bubar. Diduga, pria itu adalah seorang oknum aparat.

“Sudah ada saksi satu. Katanya, karena dipukulkannya makanya jatuh dia (korban), diduga aparat,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kebut Kasus Minyak Mentah PT Pertamina, Kejagung Periksa 9 Saksi Lagi

Akibat pemukulan itu, sambung Jenny, anaknya sempoyongan hingga jatuh ke bawah jembatan rel kereta.

“Dia jatuh karena dipukulkannya. Sekali aja jatuh. Keras katanya pukulannya. Terus naik lagi. Ditangkap katanya, ditarik,” ujarnya.

Setelah tak berdaya, korban dibawa teman-temannya ke klinik. Keluarga juga sempat melarikan korban ke Rumah Sakit (RS) Madani.

Namun, saat mendapatkan perawatan di RS Madani, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditi Emas

“Dibawa ke rumah sakit. Saya belum bisa pulang. Rupanya dengar berita lagi jam 4 Sabtu (dini hari) sudah meninggal katanya,” pungkasnya.

Hingga saat ini keluarga korban masih diarahkan untuk buat laporan ke pihak Denpom I/BB guna melaporkan oknum aparat tersebut. (bs/bj)