Sleman- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkap alasan dirinya diganti dari jabatan sebelum memasuki masa pensiun. Ia menyebut pergantian tersebut terjadi pada era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Diketahui, Gatot menjabat sebagai Panglima TNI sejak 8 Juli 2015 hingga akhirnya digantikan oleh Hadi Tjahjanto pada 8 Desember 2017, yang saat itu menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).
Dalam pidatonya pada acara Milad ke-5 Partai Ummat di Sleman, DIY, Minggu (3/5/2026), Gatot menyebut pergantian dirinya berkaitan dengan perbedaan sikap dalam proses promosi perwira tinggi TNI.
Ia mengaku pernah diminta untuk menaikkan pangkat seorang perwira tinggi menjadi bintang tiga. Namun, setelah melakukan penelusuran terhadap rekam jejak yang bersangkutan, ia memilih untuk tidak melanjutkan proses tersebut.
“Saya periksa semuanya. Setelah saya pelajari, saya sampaikan hasilnya. Akhirnya tidak jadi dinaikkan,” ujar Gatot.
Menurutnya, sikap selektif dalam menentukan promosi jabatan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada pergantian dirinya dari posisi Panglima TNI.
“Ya sudah, saya ditendang karena tidak nurut,” katanya.
Lebih lanjut, Gatot menegaskan pentingnya integritas dalam kepemimpinan, khususnya di tubuh TNI. Ia menilai, sebagai institusi besar yang memiliki kekuatan terlatih dan terorganisir, TNI sangat bergantung pada kualitas pemimpinnya.
“Kalau pemimpinnya tidak benar, itu sangat berbahaya bagi negara,” tegasnya. (bc)