MEDAN- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Kota Medan Muhammad Nasir mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Badan Pengurus Harian (BPH), Pengembangan Teritorial (Bangter), Presidium, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Sahabat Gelora dan konstituen Partai Gelora Indonesia Kota Medan.
Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Akhir Masa Pengabdian Partai se-Kota Medan periode 2019-2024, Senin (30/12/2024) di Kantor DPW Partai Gelora Sumut, Jalan Pencak, Kota Medan.
“Proses awal bukanlah pekerjaan mudah, apalagi untuk berdirinya partai baru. Mulai menyiapkan orang, administrasi, kantor Sekretariat, rekrutmen, verifikasi administrasi dan faktual. Semua jalan rumit tersebut. Alhamdulilah terlaksana ditunaikan dengan baik,” ujarnya menjelaskan bahwa 1 Januari 2025, semua pengurus akan menjadi demisioner.
Apalagi hadirnya partai Gelora Indonesia di situasi Covid-19 yang melanda Kota Medan dan Indonensia. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat yang kuat pengurus untuk meloloskan Partai Gelora Indonesia di Kota Medan,
“Tahun 2020 kita ikut membersamai memenangkan Bobby-Aulia sebagai paslon Walikota-Wakil walikota. Kita juga berhasil memfasilitasi pencalegan 50 orang Calon Legislatif DPRD Kota Medan hingga lolos ferivikasi versi KPU dan Bawaslu. Meskipun dalam perolehan suara untuk kursi di DPRD Kota Medan kita belum mendapatkan kursi,” jelasnya di kegiatan Rapat yang dihadiri oleh puluhan pengurus DPD maupun DPC se-Kota Medan ini.

Muhammad Nasir mengungkapkan bahwa capaian partai Gelora Indonesia memang masih sedemikian adanya. Akan tetapi, hal itu tentu menjadi sejarah sendiri. Tahun 2025 saatnya melihat masa depan partai khususnya untuk Pemilu 2029.
“Hari ini kita masih mengharapkan etos kerja yang lebih spektakuler kerja dan persiapan yang memang harus terencana terukur dan kebersamaan yang handal dari semua kader Gelora untuk memperkuat konsolidasi kepada semua elemen masyarakat sebagai basis utama kita,” jelasnya.
Dengan segala keterbatasan, Nasir mengingatkan bahwa seluruh kader harus tetap optimis dalam memasuki tahapan periode kepengurusan kedua di semua tingkatan.
“Perlu ada regulasi rotasi personal untuk terciptanya penyegaran di semua lini. Kita oftimis bahwa modal dasar untuk menuju kemenangan diperlukan introspeksi diri dan yang tidak kalah pentingnya menyusun strategi yang berbasis advokasi kemasyarakatan,” jelasnya.
Sosok yang pernah duduk di DPRD Kota Medan dan juga Sumut ini mengingatkan bahwa keniscayaan sebagai pejuang adalah keyakinan akan kemenangan yang akan diraih.
Rapat Koordinasi ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua Ismail Harun Sanjaya, Sekretaris Sudarma Emdi, Bappilu, Yulianda Riza dan pengurus lain.
