Prabowo Kumpulkan 800 Pejabat TNI-Polri di Istana, Maruli Bicara Bursa Panglima dan Rotasi Pangkostrad

Nasional, Politik17 Dilihat

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 pejabat tinggi TNI dan Polri di Lapangan Tengah, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026) pagi. Pertemuan tersebut diisi dengan taklimat atau pengarahan Presiden kepada jajaran TNI dan Polri.

Sejumlah pejabat tinggi TNI dan lembaga terkait telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. Di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

Suharyanto mengatakan kedatangannya bersama para pejabat TNI dan Polri untuk mendengarkan arahan Presiden Prabowo.

“Nanti kita dengar ya, arahan Bapak Presiden,” kata Suharyanto.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan taklimat tersebut merupakan bagian dari penyegaran bagi jajaran pertahanan dan keamanan untuk mendukung program pemerintah.

“Ya, beliau sering menyampaikan tentang penyegaran-penyegaran dalam rangka mendukung program pemerintah, kaitannya masalah keamanan, masalah pertahanan, itu saja,” ujar Dudung.

BACA JUGA :  SBY Dukung Prabowo Desak PBB Investigasi Insiden TNI di Lebanon

Menurut Dudung, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan perwira TNI dan Polri yang masih aktif. Sejumlah purnawirawan juga turut berkumpul, termasuk mantan kepala staf angkatan serta mantan Kepala Kepolisian RI.

Pertemuan tersebut berlangsung dua hari setelah Presiden Prabowo memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Dalam amanatnya ketika itu, Prabowo menegaskan TNI harus terus menjadi tentara rakyat serta memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman di tengah situasi dunia yang dinilai penuh gejolak dan ketidakpastian.

Maruli soal Bursa Panglima TNI

Di sela kedatangannya ke Istana, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut menanggapi namanya yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Panglima TNI.

Maruli mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan munculnya sejumlah nama dalam bursa tersebut. Menurut dia, seluruh kepala staf angkatan memiliki peluang untuk menjadi calon Panglima TNI.

“Ya enggak apa-apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon,” kata Maruli.

BACA JUGA :  Dirut Jasa Raharja Pastikan Korban Tabrakan Beruntun Tol Cipularang Dapat Pelayanan Terbaik di RS Abdul Radjak

Ketika ditanya mengenai beredarnya sejumlah nama yang disebut masuk dalam bursa calon Panglima TNI, Maruli menanggapinya sebagai hal yang biasa.

“Ya biasa,” ujarnya.

Maruli menjabat sebagai KSAD sejak 29 November 2023, menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang kemudian menjabat Panglima TNI.

Perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer 1992 dari kecabangan infanteri tersebut sebelumnya pernah menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Pada peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (5/10/2026), Maruli juga menerima Tanda Kehormatan Maha Putra Adi Pradana dari Presiden Prabowo Subianto.

Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad

Selain mengenai bursa Panglima TNI, Maruli juga mengonfirmasi adanya pergantian Pangkostrad. Ia membenarkan Letjen TNI Iwan Setiawan akan mengisi jabatan tersebut.

“Iya, masa belum pada dengar,” kata Maruli saat dikonfirmasi mengenai penunjukan Iwan Setiawan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Iwan sebelumnya menjabat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif).

Maruli menegaskan pergantian Pangkostrad tersebut tidak berkaitan dengan isu pergantian calon Panglima TNI.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Bertemu Dasco, Bahas Sejumlah Program Strategis

“Enggak ada,” ujarnya.

Menurut Maruli, surat mengenai pergantian tersebut baru diterima pada Selasa (6/10/2026). Pergantian Pangkostrad dilakukan bersamaan dengan rotasi sejumlah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam).

“Kemarin baru ada surat, bareng dengan Pangdam baru,” kata Maruli.

Ia menilai pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan TNI AD. Maruli menyebut rotasi jabatan merupakan hal biasa bagi perwira yang telah menjalankan tugas dalam periode tertentu.

“Oh enggak, biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa di pergantian,” ujarnya.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran TNI dan Polri ini juga bukan kali pertama dilakukan. Pada awal Februari 2026, Presiden sebelumnya telah memanggil sejumlah pejabat TNI dan Polri ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sementara itu, pada 1 Oktober 2026, Prabowo melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara. (ant/isl)