Puan Minta Pemerintah Jelaskan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Nasional, Politik49 Dilihat

JAKARTA — Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi secara mendadak.

Menurut Puan, transparansi penting agar masyarakat memahami alasan di balik kebijakan tersebut, sekaligus mengetahui arah kebijakan harga ke depan.

“Dengan sudah adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi, tentu saja harus ada keadilan. Dan diberikan penjelasan, kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan? Dan apakah harga tersebut akan terus naik, ataukah tidak? Dan evaluasi ini tentu saja harus disampaikan secara berkala,” ujar Puan dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

BACA JUGA :  Kajati Kepri Terapkan RJ Kasus Pencurian Motor di Batam

Ia menambahkan, DPR juga meminta pemerintah untuk melakukan langkah mitigasi terhadap berbagai kemungkinan dampak yang timbul, terutama di tengah ketidakpastian situasi global.

Puan menilai kondisi geopolitik dunia yang belum stabil menjadi faktor penting yang harus diantisipasi oleh pemerintah, meskipun Indonesia tidak terdampak langsung.

“Namun sebagai negara yang walaupun tidak secara langsung terimbas, kita harus siap mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ajang GYIIF 2025, Tim Riset MAN 2 Padangsidimpuan Raih Medali Perak

Diketahui, harga BBM nonsubsidi resmi naik sejak 18 April 2026. Kenaikan tersebut cukup mengejutkan masyarakat karena terjadi dalam jumlah signifikan.

Harga Pertamax Turbo kini menjadi Rp19.400 per liter, naik Rp6.300 dari sebelumnya Rp13.100. Sementara Dexlite mengalami kenaikan lebih tinggi, dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.

Adapun Pertamina Dex turut naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

BACA JUGA :  Dedi Mulyadi Pastikan Kajian Ilmiah Proyek Geothermal Gunung Gede di Tengah Polemik Warga

Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax tetap bertahan di Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 masih dijual Rp12.900 per liter. (bc)